Mobil listrik BLITS akan diujicoba touring Sabang-Merauke

Rabu, 1 Agustus 2018 16:02 WIB
Mobil listrik BLITS akan diujicoba touring Sabang-Merauke
Peluncuran "PLN BLITS Eksplore Indonesia" di kampus ITS, Surabaya, Jawa Timur, Senin (30/7). Mobil listrik kolaborasi ITS dan Universitaas Budi Luhur tersebut menjadi salah satu peserta dalam ajang tur keliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan jarak tempuh kurang lebih 20.000 km. ANTARA FOTO/Moch Asim
Tangerang (ANTARA News) - Ketua BPH Yayasan Budi Luhur Cakti Kasih Hanggoro mengatakan, Mobil Listrik Karya Universitas Budi Luhur dan Institut Teknologi Sepuluh (ITS) Nopember Surabaya yang diberi nama BLITS akan melakukan touring dari Sabang sampai Merauke.

Dikatakannya, UBL dan ITS akan terlebih dahulu menguji kesiapan dan ketahanan BLITS sebelum mobil itu diterjunkan ke Reli Dakar.

Kedua perguruan tinggi itu menggandeng beberapa pihak seperti PT PLN, PT Pertamina, Kemeristekdikti, serta PT Goodyear Indonesia.

"Kita akan menggelar PLN BLITS Explore Indonesia 2018. Itu adalah touring dari Sabang sampai Merauke dengan total jarak tempuh lebih dari 15 ribu kilometer. Selain BLITS, ada pula mobil hybrid series KASUARI yang bersumber tenaga dari minyak jelantah yang diikutkan dalam PLN BLITS Explore Indonesia 2018," ujarnya dalam keterangan kepada media di Kampus UBL, Rabu.

Baca juga: Menuju era mobil listrik di Indonesia dan tantangannya

Ditambahkannya, BLITS memang bukan mobil listrik pertama yang dibuat para mahasiswa Indonesia. Namun, BLITS memiliki keistimewaan karena didesain untuk diikutkan Reli Dakar. Adapun kelebihan lainnya adalah seratus persen menggunakan energi listrik.

"BLITS merupakan mobil listrik untuk reli yang merupakan karya anak bangsa dan harus diberikan tantangan untuk menaklukan medan ganas dalam event dunia," kata Hanggoro.

Dia menambahkan, kerja sama antara UBL dan ITS juga memiliki arti penting untuk membuka mata dunia mengenai kemampuan mahasiswa Indonesia.

"Jika kita bersatu padu dalam berkarya, tidak mustahil semua akan tercapai terutama dukungan dari segala pihak," ujarnya.

Rektor UBL Didik Sulistyanto mengaku bahagia karena mahasiswanya dan ITS bisa membuat mobil listrik dengan kualitas mumpuni. "Kerja sama ini penting karena ini kaitannya dengan meningkatkan daya saing bangsa dan mahasiswa yang terlibat," katanya.

Baca juga: Aturan insentif mobil listrik keluar Agustus

Baca juga: Untuk mobil listrik, investor baterai asal China-Perancis bersiap "groundbreaking"

Baca juga: Jepang hanya produksi mobil listrik dan hibrida pada 2050


(T.KR-AIF)

Editor: Alviansyah Pasaribu

COPYRIGHT © 2018

Badan Kejahatan Asuransi Nasional Amerika Serikat merilis laporan tahunan berupa daftar 10 kendaraan yang paling banyak dicuri di negara itu. Temuan-temuan ...
Mobil adalah kendaran yang digandrungi pada saat ini, karena kenyamanan dan keunggulannya dibandingkan sepeda motor, sehingga banyak pengguna mobil rela ...
Pengadilan Thailand pada Jumat (21/9) memerintahkan Ford Motor Company membayar ganti rugi kepada 291 konsumen dengan nilai total 720.000 dolar AS (sekira Rp ...
PT Astra Otoparts Tbk membukukan pendapatan bersih konsolidasi sebesar Rp7,42 triliun sepanjang semester pertama 2018, meningkat 14,6 persen dibandingkan ...
Pembuat mobil sport, Porsche, mengumumkan pada Minggu bahwa akan menjadi raksasa otomotif Jerman pertama yang meninggalkan penggunaan mesin diesel. Langkah ...