Jakarta (ANTARA News) - Penyedia jasa asuransi, PT Sompo Insurance Indonesia, terus berusaha meningkatkan inovasi produk asuransi otomotif mereka, Auto First, guna bersaing di belantara asuransi otomotif Indonesia.

Menurut COO Sompo Insurance Indonesia, Eric Nemitz, di tengah ketatnya persaingan asuransi kendaraan bermotor di Indonesia, ada dua hal penting yang menjadi kunci bagi konsumen, yakni kecepatan dan kualitas.

Untuk memenuhi kebutuhan kunci tersebut pihaknya terus berinovasi, antara lain dengan menyediakan tim khusus untuk melakukan pemantauan sekaligus menjaga hubungan dengan bengkel rekanan.

"Selain inovasi, yang penting kami selalu mengawal proses perbaikan supaya cepat, kami punya tim khusus untuk itu," kata Nemitz di Jakarta, Kamis.

Tim yang sama, juga menjaga hubungan dengan bengkel rekanan untuk memastikan kualitas perbaikan dari pelanggan yang melakukan klaim atas asuransi kendaraan bermotor mereka.

Nemitz bahkan mengungkapkan pihaknya berencana untuk membangun bengkel khusus Sompo, namun tak berkenan untuk menyebutkan kapan waktu tepatnya akan mulai mewujudkan rencana tersebut.

"Ada juga inovasi immediate spareparts replacement. Itu kami mendatangi pelanggan, mengirimkan suku cadang ke rumah mereka, terutama untuk suku cadang yang sekiranya tidak perlu ditangani ke bengkel," ujarnya. 


Tumbuh 26 persen

Asuransi kendaraan bermotor, menjadi salah satu dari kontributor utama dari bisnis asuransi Sompo di Indonesia, hanya berada di bawah asuransi properti.

Pada kuartal I 2017, Sompo membukukan pertumbuhan positif lewat penambahan premi bruto sebesar 26 persen atau mencapai Rp290 miliar.

Hal itu menjaga optimisme Sompo mampu meraih target premi bruto sebesar Rp2 triliun pada 2017, terlebih ditopang pertumbuhan aset total yang mencapai Rp2,1 triliun atau naik 36 persen dari Maret 2016.

Optimisme lain juga hadir dari keberhasilan Sompo menjaga tingkat kesehatan perusahaan alias solvabilitas dengan nilai solvency margin ratio sebesar 215 persen atau jauh di ambang batas minimum regulasi 120 persen.

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2017