Jakarta (ANTARA News) - Bagi anda yang tengah menyambangi pameran otomotif Indonesia International Motor Show 2015 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 19-30 Agustus 2015, dan diserang rasa lapar atau ingin sekadar ngopi atau ngemil tak perlu bingung karena ada 17 Food Truck anggota AFTI (Asosiasi Food Truck Indonesia) berikut chef andalannya yang siap melayani.

Seperti namanya, dapur kelola berada di dalam truk Mitsubishi atau Isuzu Elf dan kebanyakan adalah VW Combi yang dimodifikasi sedemikian rupa.

Unik, warna-warni, masing-masing tampil dengan livery berupa daftar menu masing-masing, Britatoes, misalnya, tampil dengan konsep London Street Food dengan dekorasi truk meniru trem Inggris yang didominasi merah menyajikan menu berbau Eropa.

Begitu pula Amerigo dari atas Mitsubishi Fuso yang punya menu favorit American Beef dan beberapa variasi chili chicken fries tampil dengan american style meski sajian menunya tak melulu Amerika, tapi juga banyak khas Eropa Tak hanya itu, ada pula truk yang khusus mainkan kuliner Timur Tengah macam kebab dengan berbagai varian isi dan harga.

Bagi anda yang memiliki lidah tak bersahabat dengan makanan asing silakan bergeser ke truk lainnya, mulai jualan martabak, nasi goreng, mie rebus, sampai nasi kebuli tersedia.

Setelah pesan, pengunjung tak perlu menunggu lama, hanya sekejap semua pesanan sudah berada di ‘ruang makan’ yang disusun berupa meja-kursi di bawah tenda payung, ditemani sejuknya hembusan angin Kemayoran.

“Kami prinsipnya makanan boleh lama diolah demi dapatkan kualitas, tapi penyajiannya harus cepat. Jenis menu tertentu sudah diolah terlebih dahulu dan di sini tinggal penyajian. Sebagian lainnya digodok di sini, terutama yang proses memasaknya tak perlu lama,” kata Puput, komandan Amerigo yang tahun lalu juga meramaikan IIMS dan rutin tampil di berbagai ajang besar.

Sementara itu Rio, koki andalan Oandost di atas VW Combi hitam buatan 1980, mengaku puas dengan omzet penjualan dalam beberapa hari penyelenggaraan IIMS 2015, mengingat dirinya pemain baru yang belum genap melewati umur tiga bulan menggeluti bisnis Food Truck.

“Cukup baguslah. Kalau dibandingkan Food Truck lainnya, kami memang belum ramai. Mungkin karena masih baru sementara yang lain sudah lama. Tapi, optimislah sampai hari terakhir IIMS nanti. Sejauh ini lebih sering habis, kalaupun ada sisa paling 10-15%,” terang Rio yang keseluruhan menunya adalah olahan daging macam meat ball dan bistik lidah.

Harga yang ditawarkan terbilang mudah dijangkau, berkisar Rp20.000-Rp40.000 untuk makanan dan Rp10.000-Rp20.000 untuk minuman.

“Tak bedalah dengan harga di luaran. Makan di sini yang kita beli sebenarnya bukan hanya rasa, tapi terpenting suasananya. Suasana seperti ini kan hanya sekali setahun. Kalau suasananya enak, makan apa juga terasa enak,” komentar Suhardi yang baru saja menemani putrinya mencari city car idaman di Hall A.
Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2015