Jakarta (ANTARA News) - Project Director Tarsus, Peter Massey, meyakini pasar modifikasi kendaraan tidak lagi hanya menjadi hobi orang-orang kaya, tetapi sudah lebih merata ketimbang 10 tahun lalu.

"Pasar modifikasi baru dimulai betul-betul serius sekitar 10 tahun lalu di Tiongkok. Dulu modifikasi hanya hobi orang kaya, sekarang sudah menjadi lebih merata," kata Massey, selepas pembukaan Pameran Industri Otomotif Purnajual dan Penyetelan (AAITF) Jakarta 2014 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu.

Massey meyakini saat ini mulai banyak pengembangan produk-produk purnajual berkualitas namun dengan harga terjangkau yang mendukung minat modifikasi lebih merata.

"Anda tidak perlu lagi melulu bicara soal angka, sekarang sudah banyak yang berkualitas tanpa angka fantastis," katanya.

Menanggapi soal pemilihan Indonesia, sebagai lokasi pertama berlangsungnya AAITF di luar Tiongkok, Massey meyakini pasar purnajual di Indonesia merupakan salah satu yang paling potensial.

"Pertama Indonesia punya populasi terbesar di Asia Tenggara, menjadi salah satu kekuatan ekonomi signifikan juga, banyak faktor yang jika disatukan mengerucut pada kesimpulan bahwa pasar purnajual di Indonesia termasuk yang paling potensial," katanya.

AAITF Jakarta 2014, diselenggarakan selama 21-23 Mei dengan menampilkan 55 peserta, 16 lokal dan 49 luar negeri, dalam enam kategori yakni  Car Audio & Visual, Car Modification, Car Electronics, Car Decoration, Car Care & Beauty dan Auto Part.

Keseluruh peserta tampil dalam area pameran seluas 5.977 meter persegi.

Sementara AAITF pertama kali digelar di Guangzhou, Tiongkok, pada 2006 silam, dan edisi terakhir pada Februari 2014 lalu menampilkan area pameran seluas 220.000 meter persegi dengan total transaksi 20 juta dolar AS.

Massey mengungkapkan untuk 2015 pihaknya telah mencanangkan lima edisi AAITF di seluruh dunia yakni di Guangzhou, Tiongkok pada Januari, Mexico City, Meksiko pada Maret, Jakarta, Indonesia pada Mei, Istanbul, Turki pada Juni dan Bangkok, Thailand pada Desember.


Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2014