Jakarta (ANTARA) - Penjualan kendaraan penumpang di China melonjak 47,9 persen dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, namun merosot 22,7 persen secara bulanan (MoM) dibandingkan Desember 2023, demikian dilaporkan Reuters.

Penjualan kendaraan listrik dan elektrifikasi di negara tersebut mengalami peningkatan sebesar 78,8 persen bulan lalu dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, tetapi mencatat penurunan sebesar 38,8 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, memicu kekhawatiran di kalangan produsen otomotif, demikian dilaporkan.

Laporan tersebut menyebut bahwa permintaan melemah di pasar otomotif terbesar di dunia itu meskipun adanya dorongan diskon yang dipimpin oleh Tesla.

China Association of Automobile Manufacturers (CAAM) mengklaim bahwa penjualan kendaraan di negara tersebut, termasuk yang diekspor, mencapai lebih dari 24 juta unit.

Meskipun hal ini menandai pertumbuhan sebesar 47,9 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sebaliknya, terjadi penurunan sebesar 22,7 persen secara bulanan, yang menjadi penurunan pertama sejak November 2023.

Baca juga: Honda siap bersaing dengan pabrikan mobil listrik China

Baca juga: Industri otomotif China rambah segmen "supercar"


Penjualan kendaraan energi baru juga mengalami penurunan bulanan untuk pertama kalinya sejak Agustus tahun lalu.

Reuters mencatat China Passenger Car Association (CPCA) menyatakan bahwa pada bulan Januari lalu, penjualan kendaraan penumpang di China mencatat kinerja terburuk untuk bulan tersebut sejak tahun 2000-an, karena subsidi dan pemotongan pajak berakhir.

Penjualan kendaraan juga terdampak karena hari kerja yang lebih singkat akibat liburan Tahun Baru China yang berlangsung seminggu pada Januari tahun lalu.

CAAM mengungkapkan bahwa China mengekspor 443.000 kendaraan pada Januari 2024, menyumbang 18,2 persen dari total penjualan, sementara hampir satu dari tujuh kendaraan energi baru yang terjual selama bulan itu juga diekspor.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa ekspor telah menjadi pendorong pertumbuhan bagi produsen otomotif di China seiring melemahnya permintaan di dalam negeri. Namun, dampaknya sebagai negara pengekspor kendaraan semakin menimbulkan gesekan di luar negeri. Demikian disiarkan Hindustan Times, Senin (12/2).

Baca juga: Fokus: Industri otomotif China catat pertumbuhan berkualitas tinggi

Baca juga: Penjualan Tesla buatan China anjlok 17,8 persen pada November
Pewarta:
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024