Jakarta (ANTARA News) - Tidak biasanya jalan-jalan di Malang, salah satu kota wisata di Jawa Timur, sepi, pada Kamis, 29 Agustus 2013.

Rupanya pada saat itu, hari libur bagi masyarakat Jawa Timur yang tengah pesta demokrasi pemilihan gubernur di provinsi tersebut.

Jadilah jalan-jalan di Malang lebih lenggang, sehingga kami yang sedang uji mengemudi (test drive) New Toyota Kijang Innova bisa menikmati jalanan yang mulus dengan lancar pada hari pertama menjelajah kota itu.

Para peserta yang terdiri dari 32 media bisa menikmati penambahan fitur kenyamanan dan keamanan mobil tersebut.

Pada kendaraan MPV medium yang baru disegarkan (facelift) itu memang tidak ada perubahan signifikan pada performa mesin.

Perubahan lebih pada penampilan luar yang terlihat lebih gagah akibat perubahan desain radiator grille, ornamen baru pada lampu kabut dan pintu belakang.

"Ada masukan dari komunitas kendaraan ini, agar mobil keluarga tersebut terlihat lebih kokoh," kata GM Perencanaan Perusahaan dan Hubungan Masyarakat PT Toyota Astra Motor (TAM), Widyawati Soedigdo, yang mendampingi peserta selama test drive berlangsung pada 29-31 Agustus.

"Penyegaran ini juga dilakukan untuk mempertahankan penguasaan pasar Kijang Innova di atas 70 persen, pada segmen MPV medium," katanya lagi.

Pesaing utamanya Isuzu Pather jauh ketinggalan dibanding mobil buatan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) itu. Dulu sebenarnya ada Mitsubishi Kuda yang bermain di kelas yang sama. Namun Mitsubishi Kuda dihentikan produksi dan penjualannya di Indonesia.

Jadilah Kijang Innova melenggang penuh percaya diri di pasar MPV medium. Kendati demikian, dikatakan Wiwid, TAM tidak boleh lengah, karena persaingan di otomotif semakin ketat, apalagi ada pesaing di kelas bawahnya, seperti Honda Freed yang mengusung mesin 1.500 cc.

"Sejauh ini, Kijang Innova masih menyumbang penjualan terbesar -- setelah Avanza -- dengan penjualan antara 5.000 sampai 6.000 unit per bulan," katanya.

Sepanjang Januari-Juli tahun ini penjualan mobil keluarga yang dibangun sesuai selera pasar Indonesia itu telah mencapai 40.512 unit atau menguasai 71,8 persen penjualan MPV medium secara nasional.


Bertahan

Sejak dipasarkan pertama kali di Indonesia pada tahun Juni 1977, kini populasi mobil Kijang telah mencapai lebih dari 1,5 juta unit.

Seiring dengan dengan naiknya mobil tersebut ke pentas pasar global, pada 2004 mobil Kijang menjadi mobil global Toyota dengan nama Innova.

"Dari 'basic utility vehicle', Toyota Kijang kini menjadi 'multi-comfort vehicle' yang kuat dan nyaman di segala medan jalan," kata Widyawati yang optimistis kendaraan yang baru disegarkan ini bakal menembus penjualan 6.500 unit per bulan.

Saat ini kenyamanan yang ditawarkan antara lain kabin yang dibuat lebih kedap, "dual airbags" yang dilengkapi "sealtbelt pretensioner" yang mengurangi dampak benturan saat airbag mengembang bila terjadi kecelakaan.

"Saat ini penjualan Kijang Innova sebagian besar atau 60 persen merupakan berasal dari kelas keluarga yang mapan," ujar Ima.

Hal itu, kata dia, terlihat dari penjualan mobil tersebut yang sebagian besar merupakan tipe G yang harganya mulai dari Rp254 juta sampai Rp277 juta per unit. Sedangkan sisanya 20 persen tipe E dan V yang harganya di atas Rp300 juta per unit. (*)

Oleh Risbiani Fardaniah
Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2013