Hyundai akan mengeluarkan 2 triliun won (Rp23,7 triliun) untuk membangun pabrik mobil listrik seluas 548.000 meter persegi di Ulsan, sekitar 300 kilometer di tenggara Seoul. Ketika selesai, fasilitas itu akan menjadi pabrik manufaktur domestik Hyundai pertama dalam 29 tahun sejak pabrik Asan, yang dibangun pada 1996.
Dikutip dari Yonhap, Senin (13/11), upacara tersebut dihadiri oleh Ketua Eksekutif Grup Hyundai Motor Euisun Chung dan Walikota Ulsan Ki Du-kyum.
Menurut Hyundai, fasilitas yang direncanakan itu akan dioperasikan melalui platform manufaktur inovatif perusahaan yang dikembangkan oleh Pusat Inovasi Grup Hyundai Motor di Singapura, pusat mobilitas perkotaan pintar milik perusahaan.
Baca juga: Pabrik baterai Hyundai siap memulai produksinya di Indonesia
Platform itu mempertimbangkan dan menyederhanakan elemen yang melibatkan keamanan pekerja, kenyamanan, dan operasi yang efisien. Hyundai menggunakan sistem kontrol cerdas berbasis kecerdasan buatan dan metode produksi ramah lingkungan berkarbon rendah.
"Pabrik EV (kendaraan listrik) yang didedikasikan ini menandai awal lain menuju era elektrifikasi untuk 50 tahun mendatang," kata Chung dalam sambutannya pada upacara tersebut.
Chung juga berjanji untuk bekerja sama dengan pemerintah setempat agar Hyundai dapat menjadikan Ulsan sebagai kota "mobilitas inovatif perintis", memimpin era elektrifikasi.
Sebelumnya, Hyundai telah mengumumkan tujuan menengah hingga jangka panjang untuk memproduksi dan menjual 940.000 unit kendaraan listrik pada 2026 dan 2 juta unit pada 2030.
Baca juga: Hyundai Motor akan bangun pabrik mobil di Arab Saudi
Baca juga: Hyundai percepat pembangunan pabrik mobil listrik di AS
Baca juga: Toyota lakukan studi untuk bangun pabrik baterai EV di Indonesia
Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2023
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2023