Jakarta (ANTARA) -
Dewan Federal Swiss secara resmi telah mengumumkan bahwa mereka akan menghapus keringanan pajak impor sebesar 4 persen untuk kendaraan listrik, yang berlaku sejak tahun 1997 seperti dikabarkan oleh Arena EV pada Jumat (10/11) waktu setempat.
 
Alasan keputusan tersebut diambil berasal dari tingkat adopsi kendaraan listrik yang merajalela di negara tersebut. Saat ini, terdapat 23 persen dari semua mobil yang diimpor adalah kendaraan listrik.

Baca juga: Kemenko Marves tekankan elektrifikasi kendaraan untuk kurangi polusi
 
Turunnya harga rata-rata kendaraan listrik adalah alasan lain yang dikemukakan oleh pemerintah Swiss untuk menghapus keringanan pajak tersebut.
 
Saat ini, pemerintah Swiss juga tengah berupaya untuk memperbaiki sistem transportasi umum dan jalan raya, sehingga penghapusan kredit sebesar 4 persen akan meningkatkan sejumlah dana tambahan untuk proyek-proyek.
 
Pemerintah memperkirakan pendapatan tambahan setidaknya 2,05 euro hingga 3,08 euro per tahunnya. Impor tahunan kendaraan listrik antara tahun 2018 dan 2022 telah meningkat enam kali lipat dan mencapai puncaknya pada 45.000 unit pada tahun lalu.

Namun, diIer mobil Swiss mengatakan mereka menentang kesepakatan tersebut dari sudut pandang finansial dan meragukan upaya Dewan Federal dalam mengurangi emisi CO2.

Baca juga: Indonesia-Korea kembangkan ekosistem kendaraan listrik masa depan

Baca juga: Electrum luncurkan motor listrik H5 hingga ekosistem EV

Baca juga: Uji coba Toyota FT-Se di sirkuit buka jalan saingi Porsche Cayman EV
Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2023