Jakarta (ANTARA) - Motor listrik Electrum H5 melakukan uji coba yang dilakukan oleh mitra pengemudi ojek online sebelum masuk pada penjualan ritel.

Uji coba itu dilakukan oleh pengemudi Gojek sebagai bagian perluasan proyek percontohan (pilot project) kendaraan listrik di ekosistem GoTo.

Kami menyambut baik hadirnya motor listrik Electrum H5 sebagai armada terbaru bagi layanan GoRide Electric yang terus kami perluas untuk menjangkau lebih banyak mitra pengemudi dan pelanggan,” ujar Chief of Transport Officer On-Demand Services Grup GoTo, Shobhit Singhal pada peluncuran H5 di Jakarta, Kamis.

Guna melanjutkan uji coba itu, Electrum akan menambah 500 unit motor H5 untuk layanan GoRide Electric secara bertahap hingga akhir tahun 2023.

Baca juga: Asosiasi sebut caleg bisa jadikan kendaraan listrik bahan kampanye

Electrum dan Gojek juga akan memperkenalkan skema rental yang menawarkan fleksibilitas sesuai kebutuhan, yakni opsi penyewaan satu atau dua unit baterai.

Pada fase awal, mitra Gojek aktif di wilayah Jakarta dapat mendaftar program rental. Electrum akan melakukan validasi terhadap calon penyewa yang dibuktikan oleh aplikasi GoPartner milik mitra Gojek serta identitas resmi. Jika memenuhi kriteria, mitra akan dihubungi oleh Customer Service (CS) untuk melakukan test-drive.

Meski tidak menjelaskan secara rinci mengenai harga sewa dari motor listrik itu kepada pihak Gojek, Managing Director Electrum, Patrick Adhiatmadja menjelaskan, biaya sewa baterai Electrum H5 berkisar di angka Rp48 ribu untuk satu baterai dan Rp56 ribu untuk dua unit baterai.

Untuk penjualan retail, Electrum H5 untuk sementara waktu belum dijual secara massal kepada masyarakat Indonesia, dan masih dalam masa uji coba.

Hal ini juga dikarenakan perusahaan tengah mendaftarkan H5 ke instansi terkait untuk mendapatkan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), yang berujung pada subsidi dan insentif pemerintah terhadap motor listrik.

“Saat ini sedang proses untuk mendapat sertifikat TKDN, enam bulan ke depan (masuk penjualan ritel),” ujar Patrick.

Baterai motor listrik Electrum H5 dipamerkan di Jakarta, Kamis (9/11/2023). (ANTARA/Pamela Sakina)

Secara tampak, Electrum H5 memiliki gaya futuristik. Lampu utamanya berada di bagian setang berbentuk heksagonal, dilengkapi lampu daytime running light (DRL).

Electrum H5 dibekali penggerak listrik dengan rated power 4 kW yang terpasang di bagian samping roda belakang. Penggerak listrik itu disokong dua unit baterai berkekuatan 1.8 KwH yang bobotnya kurang dari 10 kilogram per baterai.

Baterai itu memiliki spesifikasi 72V 25 Ah per unit, mampu menghasilkan tenaga 5,4 kW atau 7,2 dk di 3.000 rpm dan torsi 31 Nm di 1.600 rpm. Electrum mengklaim H5 memiliki top speed (puncak kecepatan) 90 km/jam, dan mampu berakselerasi mencapai 0-60 km/jam dalam waktu enam detik.

Baterai berukuran compact tersebut juga telah memiliki sistem manajemen baterai (BMS) dan IoT, yang berarti memiliki sejumlah sensor pintar dan dapat digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kondisi baterai itu sendiri.

Baca juga: Electrum luncurkan motor listrik H5 hingga ekosistem EV

Baca juga: Dhelvic Genesis ramaikan ajang IMOS+ dengan motor listrik sport

Baca juga: Kementerian ESDM bekali keterampilan konversi motor listrik di Medan

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2023