Jakarta (ANTARA) - Hyundai Motor Co Korea Selatan telah mulai mem-PHK pekerja di pabriknya di St Petersburg, Rusia, yang menganggur sejak Maret, sebagian besar karena dampak intervensi militer Rusia di Ukraina.

Baca juga: Hyundai Motor luncurkan Genesis GV60 yang ditingkatkan

"Karena penangguhan produksi yang berkelanjutan, Hyundai Motor mengambil langkah untuk mengoptimalkan jumlah stafnya di Rusia," kata unit Rusia Hyundai dalam sebuah pernyataan, seperti disiarkan Reuters, Selasa.

Tidak disebutkan berapa banyak anggota staf yang akan di-PHK. Sekitar 2.600 orang membuat mobil Hyundai dan Kia di pabrik tersebut, yang berkapasitas sekitar 200.000 kendaraan per tahun.

Media Korea Selatan melaporkan pada bulan Oktober bahwa Hyundai sedang mempertimbangkan opsi untuk operasinya di Rusia termasuk menjual pabriknya.

Sebagian besar pabrik mobil Barat di Rusia sekarang menganggur karena sanksi dan kekurangan pasokan komponen, dan beberapa pembuat mobil telah mengalihkan pabrik mereka ke pemilik Rusia, sementara perusahaan China masuk untuk mengisi celah di pasar.



Baca juga: Hyundai kenalkan desain All-New Kona jelang peluncuran

Baca juga: Jim & Kin hadirkan koleksi baru hingga Hyundai bangun pabrik baterai

Baca juga: Hyundai berencana produksi battery pack kendaraan listrik di Indonesia
Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2022