Jakarta (ANTARA) - Tesla akhirnya mendapatkan "lampu hijau" untuk membangun pabrik Gigafactory di Brandenburg, Jerman, dengan nilai investasi senilai 5,5 miliar dolar AS (Rp71,9 triliun).

Dilansir Reuters pada Sabtu, pemimpin Tesla Elon Musk menilai pembangunan Gigafactory di Eropa sangat penting untuk memberikan tekanan pada perusahaan saingan, Volkswagen, yang juga mulai gencar mengenalkan mobil listrik.

Berdasarkan data, Volkswagen memimpin penjualan mobil listrik di Eropa dengan pangsa pasar 25 persen, sedangkan Tesla hanya 13 persen.

Baca juga: Gigafactory Tesla di Shanghai ekspor lebih dari 40.000 kendaraan pada Januari

Gubernur Brandenburg Dietmar Woidke mengatakan bahwa langkah Tesla adalah "langkah besar menuju masa depan". Ia menambahkan, pabrik Tesla akan menjadi industri besar dan penggerak teknologi untuk Jerman dan kawasan Eropa.

Pabrik itu ditaksir akan menyerap 12.000 tenaga kerja, di mana sebanyak 2.600 orang sudah mulai bekerja pada bulan ini.

Sedangkan untuk pasokan suku cadang, Tesla berupaya untuk mendapatkan pemasok lokal Jerman untuk meminimalisir waktu tunggu dan biaya logistik.

Baca juga: Tesla tarik lebih dari 500 ribu mobil di AS karena fitur "Boombox"

Kendati demikian, terdapat sejumlah syarat yang harus dipenuhi Tesla untuk membangun pabrik di Brandenburg, antara lain penggunaan air sesuai standar lingkungan dan pengendalian pencemaran udara.

Otoritas lingkungan hidup Brandenburg akan memantau persyaratan itu dengan ketat di pabrik Tesla dalam dua pekan ke depan.

Jika semuanya memenuhi syarat, pabrik Brandenburg akan menjadi pabrik raksasa di Eropa dengan kapasitas produksi mencapai 500.000 unit mobil listrik setiap tahunnya.

Baca juga: Produksi baterai Tesla, Panasonic siapkan pabrik baterai besar di AS

Baca juga: Tesla jadi mobil listrik paling banyak dicari di Google secara global

Baca juga: Tesla akan perluas produksi suku cadang di Shanghai penuhi ekspor
Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2022