Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan bahan bakar dengan standar emisi gas buang Euro3 siap dipasarkan pada awal 2012.

"Keinginan kami adalah  Euro3 pada akhir 2011 sudah masuk (ke pasar). Saya sudah bicara dengan Pertamina (soal kesiapan ini)," kata Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita H Legowo di Indonesia International Motor Show (IIMS), Jakarta, Rabu.

Dia mengemukakan hal tersebut setelah diskusi panel "Roadmap Bahan Bakar untuk Mobilitas dan Transportasi Berkelanjutan di Indonesia" yang berlangsung di pameran mobil tersebut.

Ia meyakinkan bahwa fasilitas pendukung kilang PT Pertamina (Persero) untuk produksi bahan bakar Euro3 sudah tersedia.

"Kami ada tujuh kilang yang bagus dan sudah siap. Tinggal kilang di Cilacap, jadi sudah siap lah untuk Euro3 pada awal 2012," ujar dia.

Bahkan, lanjut dia, ujicoba  Euro4 akan diterapkan pada 2015  di DKI Jakarta.

Ia menjelaskan, Indonesia mulai memakai bahan bakar berstandar emisi gas buang Euro2 pada 2005. "Itu pun tidak mudah untuk bisa ke sana (mulai penggunaannya), dan belum semua menggunakan itu. Di beberapa daerah malah masih ada yang bahkan kurang dari Euro1," katanya.

Ia mengatakan bensin premium yang memiliki oktan 88 (sulfur 3.500 ppm)  belum masuk Euro1 (sulfur 1.500 ppm), sehingga belum ramah lingkungan.

"Kesadaran masyarakat Indonesia soal ramah lingkungan sebenarnya sudah ada. Ketika kami melihat hasil survei pada saat harga pertamax naik, jumlah pengguna BBM subsidi naik. Sebaliknya ketika harga pertamax turun jumlah pengguna premium turun," ujar Evita.

Menanggapi rencana pemerintah yang memasarkan bahan bakar minyak Euro3 pada awal 2012, Sekretaris Umum Gaikindo Juwono Andrianto mengatakan hal utama yang perlu diperhatikan adalah kesiapan fasilitas penunjang.

"Kalau produsen otomotif sih siap saja, mobil-mobil sekarang justru sudah siap dengan bahan bakar berspesifikasi lebih tinggi. Tapi, justru kalau harus dipaksa ke spesifikasi bahan bakar yang rendah mesinnya akan rusak. Jangan sampai ketika produsen gunakan mesin yang siap dengan spesifikasi bahan bakar lebih baik tapi bahan bakarnya tidak ada," tegas Juwono.

Ia mengatakan, Gaikindo justru telah mendiskusikan penggunaan bahan bakar dengan standar emisi gas buang lebih baik ke berbagai pihak termasuk Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

"Sejauh ini ada keinginan untuk langsung 'melompat, menggunakan bahan bakar Euro4," kata Juwono.
(V002/N002)
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2011