Jakarta (ANTARA) -

Bagi para pencinta dan pemerhati arena balap mobil atau motorsport Toyota Gazoo Racing mungkin sudah diasing terdengar, mengingat perjalanan yang cukup panjang di arena balap hingga menghasilkan Gazoo Racing.

Semua ini bermula dari pendiri Toyota Kiichiro Toyoda. Toyoda mengatakan "Balap mobil lebih dari sekadar hiburan. Balap mobil sangat penting untuk pengembangan industri kendaraan penumpang. Sama seperti para atlet menguji kemampuan mereka dengan bersaing mengandalkan seluruh kekuatan di ajang Olimpiade, para pembuat mobil menggunakan balap sebagai kesempatan untuk mendorong kinerja kendaraan hingga batasnya dan bersaing untuk mendapatkan supremasi, memungkinkan mereka menemukan cara baru untuk memajukan teknologi otomotif.”

Toyoda percaya produsen otomotif harus turut serta dalam arena balapan untuk menguji ketahanan dan performa kendaraan melampaui batas tertingginya, guna mencari solusi teknologi di tengah kondisi ekstrem sehingga nantinya konsumen mendapat produk terbaik.

Baca juga: Agya hingga Veloz, Toyota hadirkan lima model GAZOO Racing

Baca juga: Toyota akan meluncurkan GR Supra GT Cup di PlayStation4

Toyota hadirkan lima model GAZOO Racing (ANTARA/HO)

 

Sejarah panjang Toyota di dunia balap mobil yang disertai deretan gelar juara dunia tidak sekadar menunjukkan kekuatan race car Toyota, tapi juga milestone inovasi teknologi otomotif yang berkelanjutan sesuai teknologi motorsport dalam perjuangan menjadi terdepan di trek balap dan menerapkannya di jalan raya.

Produk Toyota lainnya juga banyak beraksi di pentas balap lokal dan regional.

Berbekal pengalaman di arena balap dibentuklah TOYOTA GAZOO Racing (TGR) pada 2015. Namun sebenarnya jejak langkah TGR sudah dimulai sejak 2007 ketika para karyawan Toyota sukarela bergabung dalam tim balap yang diberi nama GAZOO Racing untuk mengikuti balap ketahanan Nürburgring 24 Jam di Jerman, mengitari sirkuit pegunungan sepanjang sekitar 20 km dengan kontur jalan berliku, naikturun, beraspal mulus dan beton, disertai cuaca tidak menentu.

Akio Toyoda sang CEO Toyota Motor Corp menjadi master drive di arena itu mengandalkan 2 unit Toyota Altezza RS200 dan TOYOTA GAZOO Racing berhasil menyelesaikan balapan.

Spirit itulah yang mendorong berdirinya TOYOTA GAZOO Racing (TGR) pada 2015 untuk mengimplementasikan sensi balap pada produksi massal mobil Toyota yang lebih baik di masa depan.

Toyota Gazoo Racing merangkumnya dalam 4 pilar filosofi sebagai mind set utama.

Baca juga: Toyota serahkan GR Yaris kepada konsumen di GIIAS

Baca juga: Impresi "nge-drift" Toyota GR Yaris


Halaman selanjutnya: Empat 
pilar filosofi TGR


Empat pilar filosofi Toyota GAZOO Racing

Logo Toyota Gazoo Racing (ANTARA/HO/TAM)


​​​​​​​1. Roads Build People, and People Build Cars

Ada begitu banyak jenis jalan di seluruh dunia. Masing-masing jenis dan karakter jalan melatih TGR untuk membuat mobil yang lebih baik, sekaligus menantang untuk menjadi lebih kuat dan lebih pintar. Jalan adalah guru terbesar karena jalan menunjukkan kepada TGR bagaimana seharusnya sebuah mobil dibuat.

2. The Harsh Environment of Racing

Balapan adalah tempat latihan yang ideal. Dalam lingkungan ekstrem ini, peristiwa tidak terduga terjadi dan keputusan sepersekian detik harus dibuat. Setiap orang berada pada batasnya. Pengalaman seperti itu menantang personil TGR, menginspirasi TGR untuk belajar dan mendukung pengembangan ever-better cars.

3. Dialogue with The Road

Dari jalan pegunungan yang membeku hingga jalan setapak yang sangat panas melintasi gurun, pada jalan pegunungan yang meliuk-liuk dan jalan lurus tidak berujung, di atas permukaan halus dan medan berbatu, TGR berdialog dengan semua jenis jalan. Mereka menantang TGR, menginspirasi TGR, dan mengajari untuk membuat ever-better cars.

4. Driver-centric

Pengemudi merupakan fokus utama dalam sebuah pengembangan kendaraan. TGR menciptakan mobil yang dapat dikendalikan dan membuat pengemudi merasa nyaman.

Di belakang kemudi, pengemudi berkomunikasi dengan kendaraan menggunakan semua indra. Umpan balik pengemudi membantu TGR membuat ever-better cars.

Tampil Dengan Livery Baru TOYOTA GAZOO Racing, Toyota Agya Bawa Pembalap Toyota Team Indonesia Meraih Podium di 4 Kelas Sekaligus pada Seri 1 Kejurnas Slalom 2021” (ANTARA/HO)

Produk TGR pertama yang ditempa oleh kerasnya sirkuit balap adalah GR Supra yang merupakan alumni dari sirkuit Nürburgring Jerman. Mobil balap ini telah hadir di Indonesia sejak tahun lalu dan mendapat respons positif dari pencinta mobil sport Tanah Air. Demikian pula dengan GR Yaris dan model-model lainnya yang menggunakan varian GR lainnya, termasuk Raize dan Agya.

Sentuhan TGR tidak hanya membuat mobil Toyota tampil lebih sporty dan dinamis, namun juga terkesan eksklusif dan menarik perhatian di jalan, seperti aksen warna hitam dan merah sebagai trademark TGR serta panel bodi yang dibuat berkelas sesuai dengan citarasa balap TGR.

Di Indonesia, model pertama yang memiliki varian GR Sport adalah All New Raize yang baru saja meluncur di akhir April 2021. Melanjutkan respons positif yang diterima oleh Raize, Toyota merilis lebih banyak lagi varian GR Sport dari line-up yang sudah ada di Indonesia.

Di tahap awal, diluncurkan Rush GR Sport, Fortuner GR Sport, Yaris GR Sport, Agya GR Sport, dan Veloz GR Limited.

Baca juga: Empat pebalap TTI buktikan performa Toyota Agya GAZOO Racing

Baca juga: Toyota Indonesia bakal kembangkan desain lokal dalam GR Brand

Baca juga: Alasan Toyota tak sertakan Innova dan Calya di varian Gazoo Racing

 

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2021