Jakarta (ANTARA) - Produsen mobil Nomor dua di Korea Selatan Kia Corp pada Rabu mengatakan kendaraan model listrik pertama mereka yakni EV6, mencatat banyak pesanan pra-penjualan di Eropa.

Menurut produsen mobil itu, pesanan pra-penjualan untuk EV telah mencapai 7.000 unit di Inggris, Prancis, Jerman, dan negara-negara besar lainnya, dengan jumlah yang akan terus meningkat, demikian dilansir Kantor Berita Yonhap, Rabu.

Kia meluncurkan crossover EV-nya yang dibangun di atas platform khusus pada bulan lalu dan menerima 21.016 unit pre-order pada hari pertama peluncurannya di Korea Selatan, yang mencetak rekor baru di antara model SUV pembuat mobil.

Permintaan awal untuk EV6 telah jauh melampaui target penjualan Kia sebesar 13.000 unit untuk tahun ini di kandang sendiri.

Produsen mobil itu menargetkan untuk menjual 17.000 EV6 tahun ini di pasar luar negeri.

EV6 dihargai lebih dari 45 juta won hingga sekitar 55 juta won (Rp580 juta hingga Rp709 juta) di Korea Selatan. Dengan subsidi pemerintah setempat, kendaraan tersebut bisa dibeli dengan harga di bawah 40 juta won.

Model ini menawarkan dua pilihan kemasan baterai, yakni baterai standar 58-kilowatt-hour (kWh) dan baterai jarak jauh 77,4-kWh.


Baca juga: Kia rilis teaser EV6

Baca juga: Kia unjuk desain mobil listrik EV6

Baca juga: Renault harapkan penjualan EV dan hibrida berlipat ganda di 2021

Pewarta: F017
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2021