Jakarta (ANTARA) - Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Ahmad Yani menemui sejumlah kendala yang ditemukan pada Terminal Anak Air yang terletak di Kota Padang, Sumatra Barat, yang sebentar lagi akan selesai pembangunannya.

Bersama dengan Tim PerpalZ TV, Ahmad Yani menyempatkan diri untuk menyambangi terminal Anak Air yang memiliki desain bangunan hampir mirip dengan bandar udara dalam rangkaian perjalanan #PerpalzGoestoSumatra.

Dalam menanggapi masalah ini, Ahmad Yani langsung memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan perbaikan agar Terminal tipe A Anak Air ini benar-benar siap untuk dioperasikan.

"Kami telah melihat langsung fakta-fakta di lapangan. Kami akan segera melakukan penanganan dengan bagian yang berhubungan langsung dengan kesiapan terminal ini. Pengembangan perbaikan akan dilaksanakan secara bertahap, semoga musim mudik ini kita sudah bisa melakukan uji coba," ungkap Ahmad Yani dalam keterangan resminya, Kamis. 

Sejumlah kendala-kendala yang ditemukan antara lain sulitnya bus berukuran besar masuk ke dalam area terminal. Padahal hampir semua bus antar kota antar provinsi (AKAP) berukuran besar. Akses masuk dan pintu gerbangnya dianggap terlalu sempit.

Selain itu, pada bagian lorong pemberhentian bus, akses untuk bus-bus besar yang panjang dirasakan kurang memadai. Terminal ini merupakan terminal bus utama di kota Padang, yang menggantikan peran dari terminal Lintas Andalas yang berubah menjadi Plaza Andalas dan terminal Bengkuang yang berubah menjadi Balaikota Padang. 
Bus PO SAN berada di Terminal Anak Air, Padang Sumatra Barat (ANTARA/Ho)


Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah III Sumatra Barat, Deny Kusdyana akan segera menindak lanjuti masalah ini dengan melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna memaksimalkan kesiapan terminal tipe A Anak Air.

"Seperti yang disampaikan oleh bapak direktur tadi, secara bertahap kami akan melakukan koordinasi dengan instansi-instansi terkait guna memaksimalkan pengoperasian terminal Anak Air ini. Tentunya beberapa titik yang bermasalah ini akan kita maksimalkan perbaikannya," jelas Deny.

Dalam kesempatannya, Direktur Utama PO Siliwangi Antar Nusa (SAN), Kurnia Lesani Adnan menyampaikan dia menginginkan pemerintah untuk bertindak cepat guna membenahi masalah yang ada di Terminal Anak Air.
 
"Kami merasakan, terminal ini harus ada beberapa perbaikan lagi. Tentunya ini demi kenyamanan dan keamanan baik unit bus dan penumpang di terminal ini," kata Kurnia Lesani Adnan.

Pada 9 Februari 2018 yang lalu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan peletakan batu pertama proyek pembangunan Terminal Anak Air. Terminal Anak Air ini berdiri di atas lahan seluas 4,5 hektar dengan pembangunan fisiknya dikerjakan oleh Pemerintah Pusat.

Pemetaan terminal ini terlihat dekat dengan Pasar Lubuk Buaya dan halte kereta api Lubuk Buaya. Selain itu, terminal ini berjarak sekitar 9 km dari Bandara Internasional Minangkabau dan 3,5 km dari gerbang Jalan Tol Padang–Pekanbaru.

Baca juga: PO SAN pakai empat Jet Bus 3+ Voyager buatan karoseri Adiputro

Baca juga: Penumpang dan awak bus jajal alat GeNose di Terminal Pulogebang

Baca juga: Kemenhub kembangkan energi terbarukan di terminal penumpang

Pewarta: KR-CHA
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2021