Jakarta (ANTARA) - Perusahaan teknologi internet China Baidu Inc menegaskan akan mendirikan perusahaan yang memproduksi kendaraan listrik pintar dengan menggandeng mitra sesama satu negara Geely, produsen mobil yang juga membawahi merek besar Volvo.

Dalam kolaborasi ini, Baidu akan memberikan kemampuan sistem kemudi cerdas pada kendaraan penumpang yang akan dikembangkan, sedangkan Zhejian Geely Holding Group yang membawahi merek terlaris di China dalam beberapa tahun terakhir, Geely dan Volvo, akan berkontribusi pada desain dan manufaktur mobil.

Baca juga: Geely dan Tencent bangun teknologi kokpit mobil pintar

"Di Baidu, kami telah lama percaya pada masa depan mengemudi cerdas dan selama dekade terakhir telah banyak berinvestasi dalam AI (kecerdasan buatan) untuk membangun portofolio layanan self-driving kelas dunia. China telah menjadi pasar terbesar di dunia untuk kendaraan listrik, dan kami adalah melihat konsumen EV menuntut kendaraan generasi berikutnya untuk menjadi lebih cerdas," kata Robin Li, Co-founder dan CEO Baidu, dalam pernyataannya, dikutip Kamis.

"Sebagai produsen mobil China teratas dengan jangkauan global, Geely memiliki pengalaman dan sumber daya unik untuk merancang, memproduksi, dan memasarkan mobil hemat energi, andal, dan aman dalam skala besar," katanya.

Dengan menggabungkan keahlian Baidu dalam transportasi cerdas, kendaraan terhubung dan otonom, dengan keahlian Geely memproduksi kendaraan listrik, menurut Li, akan membuka jalan bagi pengembangan kendaraan penumpang di masa depan.

Pada Desember 2020, Grup Geely melaporkan telah menjual total 154.202 unit, naik 2 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Sementara sepanjang 2020, Geely telah memasarkan 1.320.217 unit, melampaui target tahunan yang direvisi tahun 2020. Terlepas dari penutupan pasar di pasar otomotif China selama kuartal pertama karena epidemi COVID-19, baik merek Geely Auto dan Lynk & Co telah melihat pangsa pasar mereka tumbuh dengan Geely Auto mempertahankan posisinya sebagai merek terlaris di pasar domestik selama empat tahun berturut-turut.

Pada tahun 2021, Geely Auto akan fokus untuk menyesuaikan strategi produknya, memperkenalkan model-model baru dan menetapkan target tahunannya untuk 1,53 juta unit, meningkat 16 persen dari tahun 2020.

Pada tahun 2020, Geely Auto merayakan penjualan ke-10 juta kendaraannya, menjadi merek China pertama yang mencapai tonggak bersejarah itu. Secara global, Geely Auto telah mempercepat ekspansinya dan meningkatkan citra merek serta reputasinya.


Baca juga: Daimler dan Geely sepakat kembangkan mesin bersama-sama

Baca juga: Geely "recall" seluruh model Polestar 2

Baca juga: Pabrik EV dari Geely akan bangun mobil Polestar premium

Pewarta: S026
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2021