Jakarta (ANTARA) - Hyundai kembali melakukan recall atau penarikan kembali untuk sekitar 471 ribu SUV Tuscon di Amerika Serikat, karena korsleting listrik di komputer yang dapat menyebabkan kebakaran.

Dikutip dari Carscoops, Minggu, perusahaan memperingatkan pemiliknya untuk memarkir SUV tersebut di luar rumah sampai mereka diperbaiki.

Penarikan terbaru mencakup model tertentu tahun 2016 hingga 2018, dan tambahan tahun 2020 hingga 2021 dari SUV Hyundai Tucson.

Kendaraan ini memiliki komputer sistem rem antilock (antilock brake system) yang dapat mengalami kerusakan internal dan menyebabkan korsleting dan juga bisa menyebabkan kebakaran.

Baca juga: Kecelakaan fatal hentikan operasi pabrik Hyundai Korsel

Namun, Tucson yang dilengkapi dengan fitur Smart Cruise Control dari Hyundai tidak ditarik kembali.

Hyundai mengatakan bahwa penarikan itu dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan berkelanjutan atas masalah tersebut. Perusahaan mengatakan telah mengetahui adanya selusin kejadian kebakaran, tetapi tidak ada cedera terkait dengan kendaraan yang ditarik kembali.

Pemilik akan diberitahu pada akhir Februari untuk membawa SUV mereka ke diler, yang akan mengganti sekring pada komputer. Mereka dapat memasukkan nomor identifikasi kendaraan mereka di situs resmi Hyundai AS untuk melihat apakah kendaraan mereka terpengaruh.

Pada bulan September, produsen mobil Korea Selatan menarik sekitar 180 ribu SUV Tucson di AS dari 2019 hingga 2021 untuk memperbaiki masalah yang sama.

Perusahaan mengatakan korosi dapat menyebabkan korsleting pada papan sirkuit rem antilock yang rusak yang dapat menyebabkan kebakaran meskipun mesin dimatikan.

Baca juga: Apple - Hyundai bahas mobil listrik & baterai, berpeluang kerja sama?

Baca juga: Kantor Asia Pasifik Hyundai di Malaysia bakal pindah ke Indonesia

Baca juga: Kia luncurkan logo baru

Pewarta: A087
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2021