Jakarta (ANTARA) - Reuters, Sabtu (29/2), melaporkan bahwa usaha patungan antara Toyota dan FAW tersebut berencana untuk menggelontorkan investasi sekitar 8,5 miliar yuan (1,22 miliar dolar AS) di pabrik mobil yang direncanakan di Tianjin.

Dokumen China-Singapore Tianjin Eco-city itu menyebutkan bahwa pabrik tersebut akan memiliki kapasitas produksi 200.000 kendaraan listrik per tahun.

Toyota menolak mengomentari proyek tersebut, namun mengatakan dalam sebuah pernyataan telah menganggap China sebagai salah satu pasar global terpentingnya.

Toyota juga terus-menerus mempertimbangkan berbagai langkah untuk diterapkan di China untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan bisnis di negara tersebut.

Tahun lalu, meskipun pasar mobil China secara keseluruhan turun 8,2 persen, Toyota menjual 1,62 juta kendaraan dan mobil premium Lexus di China, pasar mobil terbesar di dunia, lompatan penjualan 9 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Toyota juga memperluas kapasitas produksi mobil dalam usaha bersama mitra lainnya, GAC, yang berbasis di Guangzhou.

Baca juga: Pasokan Toyota akan bermasalah akibat virus corona

Baca juga: Toyota nilai komponen lokal antisipasi keterlambatan pasokan China

Baca juga: Pasar otomotif lesu, ini strategi Toyota genjot penjualan di 2020

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2020