Jakarta (ANTARA) - Perusahaan otomotif Prancis Renault pada Kamis (29/8) mengumumkan akan merilis kendaraan listrik di India pada 2022, sehingga mereka menekankan kepada pemerintah agar lebih agresif dalam menyiapkan ekosistem pendukung kendaraan ramah lingkungan.

"Kami berpetualang ke arena mobil listrik. Anda pasti akan melihat sesuatu yang muncul pada 2022, tetapi sebelum saya mengatakan bahwa kami ingin masuk ke segmen mobil listrik, yang paling penting adalah ekosistem," kata CEO dan Marketing Director Renault India, Venkatram Mamillapalle, dilansir Kantor Berita Press Trust India, Jumat.

Mamillapalle mengatakan India belum dilengkapi ekosistem mobil listrik, sehingga ia berpendapat belum waktunya Renault meluncurkan mobil listrik dalam waktu dekat.

"Mengucap janji yang salah jika kami akan meluncurkannya besok, kemudian mobil itu hanya berada di garasi secara tidak masuk akal," katanya.

"Saya berharap pemerintah bekerja pada ekosistem dan saya yakin mereka sedang mengusahakannya. Kita perlu melihat dengan sangat agresif ekosistem dikembangkan sebelum ada mobil listrik yang terpaksa diluncurkan di India," ujar dia.

Kendati demikian, Renault belum mengumumkan jenis kendaraan listrik yang akan beroperasi di India.

Saat ini, pabrikan lokal Tata Motors memiliki Tigor EV sebagai kendaraan listrik, sedangkan Mahindra menjual sedan listrik Verito. Baru-baru ini, perusahaan otomotif Korea Selatan, Hyundai, juga memperkenalkan SUV Kona berpenggerak listrik.

Pabrikan Jerman, Audi akan meluncurkan SUV E-tron listrik pada kuartal akhir 2019, dan BMW akan meluncurkan mobil listrik i3.

Baca juga: Renault Triber siap bersaing di pasar otomotif Indonesia

Baca juga: Triber akan diekspor ke pasar langganan Renault Kwid
 

Pewarta: A069
Editor: Heppy Ratna Sari
Copyright © ANTARA 2019