Banjarmasin (ANTARA) - Warga di Provinsi Kalimantan Selatan yang mudik Lebaran ke kampung halaman menggunakan kendaraan bermotor roda dua diingatkan waspada dan menghindari perjalanan pada malam hari.

"Dari hasil survei jalur yang kami lakukan di seluruh wilayah Kalsel, ditemukan sejumlah titik rawan laka yang harus diwaspadai pengendara saat mudik," kata Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol Muji Ediyanto di Banjarmasin, Selasa.

Hal itu dikatakan Muji kepada Antara usai rapat koordinasi lintas sektoral pelayanan dan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah yang digelar di Rupatama Polda Kalsel

Di beberapa lokasi jalan, ungkap dia, ditemukan jalan berlubang dan tikungan tajam. Kemudian ada juga jalur yang minim penerangan, sehingga rawan saat dilintasi pada malam hari.

"Rekan dari Dinas Perhubungan telah menyampaikan, bahwa untuk kerusakan kecil, dilakukan perbaikan satu lapis sehingga jalan bisa dilewati dengan nyaman. Tetapi yang lubang cukup besar nanti ditambal segera agar saat arus mudik lebih aman," paparnya.

Terkait penerangan jalan umum, Dinas Perhubungan juga mengupayakan pemasangan dan perbaikan maksimal.

Oleh karena itu, Muji mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan mematuhi aturan berlalu lintas agar dapat menekan fatalitas akibat kecelakaan.

Keberadaan jalan nasional yang belum sepenuhnya memenuhi standar juga jadi perhatian Muji.
Ironisnya, meski ada jalan yang sempit dengan lebar hanya 5 meter, tetapi kecepatan kendaraan yang melintas relatif cukup tinggi.

Khusus untuk jalur menuju lokasi wisata yang juga kerap ramai dikunjungi saat libur Lebaran, Muji melihat Loksado yang medannya paling sulit karena berupa tanjakan dan turunan tajam.

Kondisi jalan tersebut, kata dia, memerlukan antisipasi. Misalnya, penyiapan bengkel rujukan atau bengkel yang nanti mobile untuk memperbaiki kendaraan pemudik yang rusak di tengah jalan serta mobil derek.

"Kalau tanjakan yang kena biasanya kampas kompling dan kampas rem. Jika mobil yang rusak di tepi jalan tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan memicu terjadinya kemacetan," tandasnya.

Selain Muji, seluruh instansi terkait juga turut memaparkan kesiapannya dalam pengamanan arus mudik Lebaran tahun ini. Mulai jalur darat, laut hingga transportasi udara.

Seperti General Manager Pelabuhan Trisakti Jasri dan Manager Operasional Bandara Syamsudin Noor Ruly Artha yang memastikan jajarannya siap mengantisipasi lonjakan penumpang saat arus mudik dengan penambahan armada masing-masing oleh maskapai pesawat terbang ataupun kapal laut oleh perusahaan pelayaran.

Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Aneka Pristafuddin memimpin rakor bersama Kabinda Kalsel Brigjen Pol Winarto dan pejabat Dinas Perhubungan.

Dengan adanya sinergitas seluruh instansi, diharapkan Wakapolda momen arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri tahun ini berjalan kondusif dan lancar.

Masyarakat pun diminta mematuhi segala petunjuk petugas di lapangan. Sehingga insiden seperti kecelakaan lalu lintas dan sebagainya dapat ditekan seminimal mungkin agar Lebaran tahun ini membawa kebahagiaan, bukan sebaliknya jadi duka cita akibat jatuhnya korban jiwa.

Masyarakat diimbau tetap berhati-hati. Walaupun kita sudah menyiapkan sarana dan prasarana untuk pengamanan tetapi yang paling utama kesadaran pemudik itu sendiri. Khususnya kendaraan roda dua, dimana kecelakaan cukup menonjol jadi perlu kita antisipasi. Jika lelah atau mengantuk misalnya, segeralah berhenti istirahat.     

Pewarta:
Editor: Muhammad Yusuf
Copyright © ANTARA 2019