Jakarta (ANTARA) - Pabrikan otomotif Korea Selatan, Kia Motors, berencana menghentikan produksinya di pabrik utama China sebagai bagian dari upaya jangka panjang guna meningkatkan daya saing, menurut sumber anonim yang memahami persoalan itu dikutip Reuters, Senin (11/3).

Menghentikan produksi merupakan salah satu solusi bagi pabrikan yang kelebihan kapasitas produksi karena permintaan yang menurun. Perusahaan akan membatasi stok kendaraan, sambil menyiapkan strategi produksi baru.

Menanggapi pernyataan sumber anonim itu, Kia Motors kemudian menjawab kepada Reuters bahwa perusahaan sedang meninjau berbagai rencana untuk memperkuat daya saing produksi dan penjualan di China.

Kia Motors, sebagai afiliasi Hyundai Motor, membuat mobil di China berdasarkan kerja sama dengan Dongfeng Motor Group dan Jiangsu Yueda Investment.

Ketiganya menjalankan tiga pabrik di Provinsi Jiangsu, China.

Hyundai Motor juga mengatakan, sedang mempertimbangkan untuk menunda produksi di pabrik tertuanya di China, karena penjualan yang menurun sehingga harus menangani masalah kelebihan kapasitas produksi di pasar terbesar itu.



Baca juga: Kia luncurkan Niro Hybrid untuk perkuat produknya

Baca juga: Kunci digital Hyundai, buka pintu hingga nyalakan mobil pakai ponsel

Baca juga: Kia siap luncurkan Soul listrik

Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019