Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan BMW Korea pada Selasa (29/1) waktu setempat mengatakan telah mengganti lebih dari 100.000 unit komponen resirkulasi gas buang (EGR) pada kendaraan yang terkena dampak sejak penarikan dimulai lima bulan lalu.

Dilansir  Yonhap, Rabu, EGR adalah salah satu perangkat utama yang digunakan untuk mengurangi emisi nitrogen oksida dari mesin diesel. Sejauh ini sudah sebanyak 100.090 kendaraan BMW telah diganti komponen EGR-nya, yang berarti rasio penyelesaian sudah mencapai 94 persen. 

Pada akhir Agustus, BMW mulai menarik kembali 106.000 kendaraan setelah puluhan mengalami kebakaran pada bagian mesin, sebagian besar berada di sedan 520d.

BMW memulai penarikan kedua pada akhir November, di mana bagian yang rusak diganti hampir mencapai 32.700 kendaraan, rasio penyelesaian lebih dari 50 persen.

Perusahaan itu mengatakan akan melakukan upaya habis-habisan untuk menghubungi pemilik kendaraan yang tidak dipanggil untuk mengganti komponen EGR sedini mungkin.

Pada akhir Desember, kementerian transportasi Korea Selatan mendenda BMW sebesar 11,2 miliar won  10 juta dolar AS karena diduga berusaha menyembunyikan bagian yang rusak dan terlambat mengingat kendaraannya setelah beberapa mesin terbakar.

Langkah itu dilakukan setelah panel investigasi yang terdiri dari ahli sipil dan pejabat pemerintah menemukan bahwa kebakaran disebabkan oleh katup EGR yang rusak.

Baca juga: BMW didenda Korea Selatan karena terlambat tarik kendaraan rusak

Baca juga: BMW didenda karena adanya kecurangan dokumen emisi gas

Baca juga: BMW jual 2,49 juta kendaraan pada 2018
Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2019