New York (ANTARA News) - Anak perempuan bekas pimpinan Nissan Motor, Carlos Ghosn yang diduga melakukan kejahatan keuangan di Jepang, menuding penangkapan ayahnya berkaitan dengan aksi internal Nissan guna mencegah penggabungan perusahaan dengan Renault.

Putri tertua Ghosn, Caroline mengatakan kepada surat kabar AS New York Times, ketika ia melihat Chief Executive Officer Nissan Hiroto Saikawa pada konferensi pers di televisi dan mendengar ayahnya dituduh, ia mencurigai bahwa penyelidikan internal perusahaan telah dimulai ketika Ghosn mengatur rencana merger antara Nissan dan Renault.

"Untuk Saikawa yang mengecam seseorang yang pernah jadi mentornya, kemudian tanpa keraguan menuduhnya begitu cepat," kata Caroline (31) dalam wawancara pertamanya sejak Ghosn ditangkap pada 19 November 2018.

"Dia bahkan tidak berdiskusi lebih dahulu. Dia bahkan tidak mencoba untuk menutupi fakta bahwa merger ada hubungannya dengan ini," tambahnya.

Baca juga: Ada tuduhan baru terhadap Ghosn, menyangkut pembayaran kepada pengusaha Arab

Adik perempuan Caroline, Maya, juga angkat bicara kepada Times dengan mengatakan, "Itu adalah reaksi terdalam saya bahwa ini lebih besar ketimbang tuduhan atas ayah saya."

Kendati demikian, kedua putri Ghosn itu memang tidak memiliki pengetahuan langsung terkait pekerjaan ayahnya saat menjadi pimpinan aliansi raksasa otomotif itu.

Di sisi lain, juru bicara Nissan Nicolas Maxfield mengatakan kepada Times bahwa klaim dua putri Ghosn "tidak berdasar" karena keluarga tidak mengetahui pembicaraan terkait Nissan dan masa depan aliansi.

Saat ini Ghosn masih ditahan di Jepang, sedangkan rekannya Greg Kelly dibebaskan melalui uang jaminan sebesar 70 juta yen. Kelly kemudian dilarikan ke rumah sakit karena masalah tulang belakang.

Baca juga: Nissan larang pegawai hubungi Ghosn dan Kelly

Baca juga: Greg Kelly langsung ke rumah sakit usai dapatkan jaminan
 

Pewarta:
Editor: Monalisa
Copyright © ANTARA 2018