Jakarta (ANTARA News) - Tuduhan pelanggaran baru yang diajukan oleh jaksa Tokyo terhadap mantan Ketua Nissan Carlos Ghosn berpusat pada penggunaan dana perusahaan untuk membayar seorang pengusaha Arab Saudi yang diyakini telah membantunya keluar dari kesulitan keuangan, kata dua sumber perusahaan yang mengetahui masalah tersebut, dilansir Reuters, Kamis.

Jaksa menangkap Ghosn untuk ketiga kalinya pada Jumat (21/12), dia dituduh melanggar kepercayaan, yang diperparah dengan perbuatan membebankan kerugian investasi pribadi kepada Nissan.

Pernyataan jaksa penuntut mengatakan mereka percaya bahwa sekitar Oktober 2008, Ghosn sedang berusaha untuk menangani kerugian di atas kertas sebesar 1,85 miliar yen (16,6 juta dolar AS) yang timbul dari kontrak swap yang dia miliki dengan bank yang tidak disebutkan namanya.

Seseorang membantu mengatur "letter of credit" untuk Ghosn, dan perusahaan yang dijalankan oleh orang tersebut kemudian menerima 14,7 juta dolar AS dari dana Nissan dalam empat angsuran antara 2009 dan 2012, kata pernyataan itu, menambahkan bahwa pembayaran dilakukan dalam kepentingan Ghosn dan orang tersebut.

"Dengan melakukan itu, (Ghosn) bertindak dengan cara yang melanggar kepercayaan, dan menimbulkan kerugian pada properti Nissan," kata pernyataan itu. Pernyataan tersebut juga mengatakan Ghosn sebelumnya meminta agar Nissan memikul kerugian uang secara langsung.

Menurut sumber-sumber Nissan yang memiliki pengetahuan tentang penyelidikan perusahaan terhadap mantan pemimpinnya, orang yang membantu Ghosn adalah Khaled Al-Juffali, wakil ketua salah satu konglomerat terbesar Arab Saudi, EA Juffali and Brothers, dan anggota dewan di Otoritas Moneter Arab Saudi.

Dia juga pemilik mayoritas perusahaan bernama Al-Dahana yang memiliki setengah dari perusahaan patungan regional yang disebut Nissan Gulf dengan separuh lainnya dipegang oleh unit yang sepenuhnya dimiliki oleh Nissan Motor.

Sheikh Khaled Juffali tidak berkomentar mengenai hal ini, menurut pernyataan yabg diemail dari E. A. Juffali and Brothers.

Pengacara Ghosn yang berbasis di Tokyo, Motonari Otsuru, tidak tersedia untuk mengomentari artikel ini, kata seseorang yang menjawab telepon di kantor hukumnya. Perwakilan dari keluarga Ghosn juga menolak berkomentar.

Media lain mengatakan Ghosn melalui seorang pengacara membantah bahwa ia mengalihkan kerugian ke Nissan dan mengatakan kepada penyelidik bahwa keempat pembayaran itu untuk tujuan bisnis yang sah, termasuk hadiah untuk menangani masalah di dealer Nissan di Arab Saudi.

Jaksa Tokyo menolak berkomentar. Ditanya tentang komentar yang dilaporkan Ghosn, seorang juru bicara Nissan mengatakan: "Kami tidak dapat mengomentari hal-hal terkait penangkapan Ghosn karena melanggar kepercayaan. Investigasi Nissan sendiri sedang berlangsung, dan cakupannya terus meluas."

Baca juga: Nissan larang pegawai hubungi Ghosn dan Kelly


"Jaksa penuntut tahu lebih banyak hal"

Penangkapan kembali Ghosn terjadi sehari setelah pengadilan Tokyo secara tak terduga menolak permintaan dari jaksa penuntut untuk memperpanjang penahanan Ghosn.

Tidak seperti penangkapannya sebelumnya atas tuduhan tidak melaporkan kompensasinya yang dia hadapi bersama dengan mantan direktur perwakilan Greg Kelly, jaksa penuntut telah melontarkan tuduhan-tuduhan terbaru ini hanya terhadap Ghosn.

Sumber-sumber Nissan dengan pengetahuan tentang masalah ini mengatakan para penyelidik dari produsen mobil menyimpulkan bahwa Ghosn tidak berhasil dalam usahanya untuk membuat Nissan menanggung kerugian secara langsung.

Komisi Pengawasan Efek dan Bursa Jepang (SESC) pada tahap tertentu telah menandai upaya Ghosn untuk membuat Nissan secara langsung menanggung kerugian secara ilegal, salah satu sumber mengatakan. Tidak segera jelas apa yang dianggap ilegal oleh SESC. Seorang juru bicara SESC mengatakan dia tidak bisa mengomentari kasus-kasus tertentu.

Sumber menolak untuk diungkap identitasnya karena hasil penyelidikan internal Nissan belum dipublikasikan.

Ghosn kemudian mendapatkan bantuan dari Al-Juffali menggunakan aset pribadinya untuk memberikan jaminan kepada bank guna menerbitkan surat kredit yang diminta oleh Shinsei Bank yang berbasis di Tokyo untuk Ghosn, kata sumber tersebut. 

Seorang juru bicara Shinsei mengatakan dia tidak bisa mengomentari kasus-kasus tertentu. Reuters tidak dapat menentukan identitas bank yang mengeluarkan surat kredit.

Keempat pembayaran yang diatur oleh Ghosn dilakukan melalui dana diskresi internal Nissan, yang dikenal di dalam perusahaan sebagai 'CEO Reserve', ke unit Nissan untuk kemudian membayar kepada perusahaan yang dimiliki oleh Al-Juffali, salah satu sumber mengatakan, tanpa menyebutkan nama-nama perusahaan.

Pembayaran pertama sebesar 3 juta dolar AS dilakukan pada tahun fiskal 2009, diikuti oleh pembayaran sebesar 3,6 juta dolar AS, 3,9 juta dolar AS dan 4,2 juta dolar AS dalam tiga tahun berikutnya, sumber tersebut menambahkan.

Sumber tersebut juga mengatakan para penyelidik Nissan pada awalnya tidak melihat transaksi dengan kejaksaan yang ditampilkan pada pekan lalu.

"Jaksa tahu lebih banyak tentang ini daripada kita," kata salah satu sumber.

E. A. Juffali and Brothers didirikan pada tahun 1946. Perusahaan ini mengatur pasokan tenaga listrik dan telekomunikasi ke beberapa kota besar di Arab Saudi dan berkembang menjadi perusahaan konstruksi, asuransi, manufaktur dan distribusi kendaraan.

Didirikan pada Oktober 2008, perusahaan patungan Nissan Gulf awalnya bertanggung jawab atas strategi pemasaran dan penjualan Nissan serta pengembangan diler di Arab Saudi, Abu Dhabi, Kuwait, dan Bahrain.

Namun cakupan bisnisnya kemudian direduksi menjadi hanya Kuwait dan Bahrain, salah satu sumber mengatakan.

Mantan Direktur Perwakilan Nissan Motor Greg Kelly yang ditangkap bersama Ghosn, telah dibebaskan dengan jaminan pada hari Natal. Ghosn sendiri hingga kini masih ditahan.

Setelah tuduhan terakhir, jaksa diberikan izin untuk menahannya selama 10 hari pada 23 Desember, dan kemungkinan akan diperpanjang 10 hari lagi, yang biasanya akan disetujui.

Jaksa penuntut Jepang sering menangkap individu berulang kali dengan tuduhan berbeda terkait dengan kasus yang sama.

Praktik ini memungkinkan mereka untuk menahan tersangka sementara mereka melanjutkan penyelidikan dan juga berarti mereka dapat melanjutkan interogasi tanpa kehadiran pengacara.

Baca juga: Pengadilan Tokyo kabulkan jaminan untuk Greg Kelly

Baca juga: Pengadilan Jepang memperpanjang masa tahan Ghosn

Baca juga: Setelah kasus Ghosn, Nissan kembali tersandung skandal inspeksi

 

Pewarta:
Editor: Monalisa
Copyright © ANTARA 2018