Tokyo (ANTARA News) - Nissan Motor Co pada Selasa (4/12) menunda langkah untuk menunjuk seorang pemimpin pengganti Carlos Ghosn, menurut sumber anonim dilansir Reuters, Rabu,

Ghosn kemungkinan tetap meringkuk dalam tahanan sampai akhir tahun karena jaksa di Tokyo berencana mengajukan tuduhan baru atas dugaan mengecilkan jumlah pendapatan dalam laporan keuangan, menurut warta surat kabar Jepang, Sankei, Selasa.

Jika otoritas Jepang menyetujui penahanan maksimum pada kasus itu, Ghosn dan Kelly akan tetap mendekam di tahanan sampai 30 Desember, kata surat kabar itu.

Sebuah panel eksternal beranggota tiga direktur Nissan akan membuat rekomendasi untuk calon pengganti Ghosn, kendati keputusan itu dibatalkan.

Di sisi lain, produsen mobil Jepang itu menolak berkomentar.

Baca juga: Perbandingan gaji Carlos Ghosn dengan bos otomotif dunia

Penangkapan Ghosn atas beberapa tuduhan, termasuk mengecilkan jumlah pendapatan, memicu upaya baru dari Nissan untuk melemahkan kontrol Renault terhadap aliansi itu.

Dewan Renault akan bertemu pada hari Rabu untuk membahas hal ini, kata dua sumber anonim lainnya kepada Reuters.

Ghosn (64) adalah sosok di balik aliansi, dan salah satu tokoh paling terkenal dalam industri otomotif dunia.

Nissan menugaskan mantan pimpinan dagang dan industri, Masakazu Toyoda, bekas eksekutif Renault SA Jean-Baptiste Duzan, dan pembalap Keiko Ihara, untuk memilih calon pimpinan baru.

Nama yang ditunjuk akan diserahkan kepada anggota dewan lainnya pada pertemuan berikutnya, 17 Desember 2018. Perubahan pada dewan tentunya harus melewati persetujuan dari para pemegang saham.

Baca juga: Nissan-Renault-Mitsubishi rilis pernyataan bersama kuatkan aliansi

Ghosn ditahan di Tokyo sejak ditangkap pada 19 November karena dicurigai bersekongkol dengan Greg Kelly untuk mengecilkan kompensasi sekitar setengah dari 10 miliar yen (88 juta dolar AS), selama lima tahun sejak 2010.

Pihak berwenang Tokyo memperpanjang penahanan keduanya sampai 10 Desember atas tuduhan itu.

Mengutip sumber anonim, harian Sankei mengatakan jaksa berencana menahan kembali Ghosn dan Kelly pada 10 Desember atas kejahatan yang sama pada periode 2015-2017. Keduanya diduga menurunkan pendapatan Ghosn sekitar 4 miliar yen.

Jika pihak berwenang menyetujui penahanan maksimum atas kasus itu, Ghosn dan Kelly akan tetap dalam tahanan sampai 30 Desember, kata surat kabar itu.

Kendati demikian, kantor kejaksaan Tokyo belum mengeluarkan komentar terkait laporan itu.

Baca juga: Dewan Nissan lakukan pertemuan bahas pengganti Ghosn

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018