Berlin, Jerman (ANTARA News) – Volkswagen (VW) pada Selasa (31/7) waktu setempat mengumumkan kemungkinan penarikan kendaraan secara terpaksa pada 124.000 mobil listrik dan hibrida, atas dugaan mengandung senyawa kadmium dan logam karsinogenik pada komponen pengisi baterai di mobil mereka.

"Klarifikasi sedang berlangsung untuk perintah penarikan oleh Otoritas Transportasi Bermotor Jerman," kata seorang juru bicara Volkswagen, yang mengonfirmasikan sebuah laporan di majalah mingguan Wirtschaftswoche.

Penggunaan kadmium, logam yang digunakan dalam peralatan listrik seperti televisi, telah dilarang di sebagian besar jenis suku cadang mobil.

Namun, pemasok yang tidak dikenal telah mengirimkan sejumlah pengisi daya baterai yang berisi kadmium, yang telah dipasang di beberapa mobil listrik dan hibrida dari Volkswagen, Audi serta Porsche antara 2013 hingga Juni 2018.

Baca juga: Volkswagen berinvestasi Rp16,7 triliun di India

Grup otomotif asal Wolfsburg itu mendeteksi masalah pada 20 Juli kemudian memberi tahu pihak berwenang tentang pengisi daya baterai yang masing-masing berisi 0,008 gram logam.

Produsen mobil tersebut mengatakan kepada AFP bahwa 124ribu kendaraan bisa terkena dampak oleh penarikan itu.

Baca juga: Mobil listrik BLITS akan diujicoba touring Sabang-Merauke

Baca juga: Menuju era mobil listrik di Indonesia dan tantangannya

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018