Vespagraphy ajak penyandang disabilitas keliling museum

Selasa, 17 April 2018 00:31 WIB
Vespagraphy ajak penyandang disabilitas keliling museum
Komunitas Vespagraphy mengadakan Kelas Eksplorasi Vakansi dengan mengajak anak Sekolah Dasar penyandang disabilitas tunanetra yang berasal dari Yayasan Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin mengunjungi Museum Nasional, Jakarta. (ANTARA News/HO/Vespagraphy)
Jakarta (ANTARA News) - Komunitas Vespagraphy mengadakan Kelas Eksplorasi Vakansi yang mengajak anak-anak Sekolah Dasar penyandang disabilitas tunanetra dari Yayasan Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin untuk mengunjungi Museum Nasional dari Balai Kota DKI Jakarta.

Dalam perjalanan menuju museum, anak-anak berkesempatan mengikuti dan merasakan Fine Ride bersama Komunitas Vespagraphy sebagai penumpang. Menurut salah satu peserta, Fatma Aulia, meskipun bukan kali pertama menaiki vespa, namun kesempatan itu tetap menarik karena menunggangi Vespa memberikan sensasi berbeda ketimbang kendaraan lainnya.

Salah satu pendamping dari PSBN Cahaya Bathin, Tri Agustin, ikut menceritakan bagaimana antusiasme anak-anak tunanetra selama mengikuti acara Fun Ride. Ia mengungkapkan, selama ini anak-anak mengira bahwa suara vespa itu adalah suara Bajaj (angkutan umum).

"Heboh banget. Bahkan karena enggak tahunya, mereka mengira suara Vespa itu suara Bajaj. Dari suara Vespa itu sendiri, mereka antusias sekali. Karena dari kalangan kami tidak pernah mengendarai Vespa. Jadi mereka tidak pernah tahu," kata Tri dalam keterangannya.

Penyandang disabilitas juga berkesempatan mengenal atau mendapatkan informasi terkait koleksi yang ada di Museum Nasional.
Komunitas Vespagraphy mengadakan Kelas Eksplorasi Vakansi dengan mengajak anak Sekolah Dasar penyandang disabilitas tunanetra yang berasal dari Yayasan Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin mengunjungi Museum Nasional, Jakarta. (ANTARA News/HO/Vespagraphy)


Dengan mengenakan sarung tangan, mereka diizinkan menyentuh sebagian koleksi di museum agar bisa membayangkan barang peninggalan sejarah yang tidak bisa mereka terima secara visual.

"Pertama kali dia menyentuh prasasti, di situ ada tulisan-tulisannya, di situ dia tertarik sekali dan banyak sekali yang bertanya ini tulisannya dari daerah mana? berasal dari mana prasastinya? dan ada beberapa dari mereka yang sudah tahu mengenai pelajaran sejarah tentang batu prasasti," tutur anggota komunitas Vespagraphy Akmal Martadinata.

Akmal pun berharap, kegiatan tersebut selain membawa pengalaman baru bagi penyandang disabilitas tunanetra juga menambah wawasan tentang sejarah koleksi yang ada di Museum Nasional, serta diharapkan kegiatan ini ditiru komunitas-komunitas lainnya untuk mengunjungi museum di Indonesia.

Baca: Ayo ke pameran foto budaya Vespa

Baca: Komunitas Vespagraphy buka kelas eksplorasi di Karimunjawa

 
Komunitas Vespagraphy mengadakan Kelas Eksplorasi Vakansi dengan mengajak anak Sekolah Dasar penyandang disabilitas tunanetra yang berasal dari Yayasan Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin mengunjungi Museum Nasional, Jakarta. (ANTARA News/HO/Vespagraphy)

COPYRIGHT © 2018

Honda Prospect Motor menampilkan satu unit Civic Type R dengan bodi yang dibalut stiker hasil karya pemenang "Honda Decal Competition" pada ...
Alibaba AI Labs mengumumkan bahwa Daimler, Audi, dan Volvo Cars menjadi merek mobil global pertama yang mengadopsi sistem kecerdasan buatan (Artificial ...
Mobil Low MPV Mitsubishi, Xpander, memang mendapat sambutan antusias dari pasar otomotif Indonesia, hingga pemesanannya membludak dan bahkan bila Anda memesan ...
Distributor resmi kendaraan Mitsubishi Motors Corporation di Indonesia, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), mengungkapkan bahwa ...
Nissan akan memajang tiga mobil listrik dalam keikutsertaannya di pameran otomotif Auto China 2018, sebagai upaya memperlihatkan potensi mereka di pasar ...