Jakarta (ANTARA News) - Toyota Indonesia mencanangkan kenaikan volume ekspor sebesar 10 persen pada 2018 dari sebelumnya 199.600 unit pada 2017 . Angkat ekspor 2017 ini adalah rekor ekspor tertinggi sekaligus naik 18 persen dari 169.100 unit pada 2016.

"Mengenai ekspor, tahun lalu kami ekspor CBU (Completely Built-Up) hampir 200 ribu unit. Pencapaian itu yang pertama kalinya, dan ada kenaikan dibanding 2016," kata Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono di sela-sela peluncuran New Yaris di Jakarta, Selasa (20/2).

"Jadi, kami berkomitmen untuk meningkatkan. Kami optimistis ekspor kami naik 10 persen dibanding tahun lalu," jelas Warih.

(Baca: Toyota Indonesia gelontorkan Rp2 triliun untuk New Yaris)

Warih menjelaskan, strategi guna mencapai kenaikan ekspor tersebut adalah dengan membuka pasar ekspor baru ke negara-negara di kawasan Afrika, Amerika Selatan dan tentunya Asia Tenggara.

"Ekspansi market itu masih di Afrika Utara seperti Aljazair dan sebagainya, Amerika Selatan seperti Chili, Peru dan sebagainya. Kalau Asia Tenggara seperti Laos dan Myanmar," kata Warih.

Ia menimpali, "Kami berharap market baru itu, plus market yang sekarang, bisa meningkatkan volume."

Pada tahun lalu, kontribusi terbesar ekspor Toyota berasal dari model SUV (Sport Utility Vehicle) Fortuner yang mencapai 69.700 unit. Angka itu merupakan rekor tertinggi ekspor Fortuner dalam lima tahun terakhir.

Produk ekspor berkontribusi besar lain yang diproduksi di pabrik TMMIN adalah model sedan Vios dengan jumlah 28.450 unit. Kijang Innova, Sienta dan Yaris turut melengkapi performa ekspor kendaraan bermerek Toyota dengan total 18.700 unit.

(Baca: TMMIN catatkan volume ekspor tertinggi berkat Fortuner-Vios)

Pewarta:
Editor: Unggul Tri Ratomo
Copyright © ANTARA 2018