Tokyo (ANTARA News) - Mitsubishi Motor Corporation menegaskan kembali keyakinan mereka bahwa pasar otomotif di Indonesia memiliki tingkat potensial yang cukup tinggi, sehingga itu pula yang mendasari keputusan mereka menanamkan investasi pembangunan pabrik baru di Greenland International Industrial Center, Deltamas, Bekasi.

Hal itu disampaikan CEO sekaligus Chairman MMC, Osamu Masuko, dalam sesi temu media di kantor pusat MMC di Minato-ku, Tokyo, Jepang, Selasa.

"Kami melihat potensi besar untuk pasar otomotif Indonesia di masa mendatang, oleh karena itu kami memutuskan untuk menanamkan investasi di sana," kata Masuko.

Fasilitas yang menelan dana investasi sekira 600 juta dolar AS tersebut nantinya akan memproduksi tiga jenis mobil, yakni Pajero Sport, L300 serta sebuah mobil Small MPV yang hingga kini belum diungkapkan baik nama maupun bocoran desainnya.

Masuko sendiri menilai bahwa secara umum Indonesia termasuk salah satu negara yang perekonomiannya mengalami perkembangan pesat, selaiknya dialami sebagian besar negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Pun demikian, Masuko juga menyadari bahwa sejak tiga tahun terakhir terjadi stagnasi perekonomian di Thailand, yang juga belakangan setahun lalu mulai dialami Indonesia.

"Dan memang membutuhkan waktu agar perekonomian di Indonesia kembali pulih, dan saya pikir itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat," ujarnya tanpa menyebutkan berapa lama waktu yang ia perkirakan bakal dibutuhkan perekonomian Indonesia agar kembali pulih.

Kendati demikian, Masuko melihat ada harapan besar perekonomian Indonesia memulih lewat meningkatnya total permintaan pasar, yang memiliki kaitan erat dengan usia rata-rata warga dalam populasi negara tersebut.

"Thailand misalnya, ada kecenderungan menuju 'ageing society'. Berbanding terbalik, di Indonesia justru usia rata-rata di dalam populasinya cukup muda, sehingga kami melihat itu sebagai sesuatu yang potensial untuk bertumbuh," katanya.

Sementara di Jepang, justru beralih dari "aging society" menuju ke "aged society".

Pemilahan usia rata-rata populasi warga tersebut dirumuskan oleh Pakar Sosiolinguistik Florian Coulmas yang memilah masyarakat ke dalam tiga kategori, yakni "aging society" atau masyarakat dengan 7-14 persen anggotanya berusia 65 tahun atau lebih, "aged society" dihuni 14-21 persen anggota berusia 65 tahun atau lebih dan "hyper-aged society" atau masyarakat yang 21 persen atau lebih anggotanya berusia 65 tahun atau lebih.
Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2015