Surabaya (ANTARA News) - Tim "Sapu Angin Speed" (SAS) 3 Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) optimistis mencapai peringkat 10 besar pada laga "Student Formula Japan" (SFJ) 2015 yang dilaksanakan tanggal 1-5 September mendatang.

Rektor ITS Joni Hermana mengemukakan, target 10 besar itu merupakan harapan maksimal. Faktor penyebabnya, ajang internasional tersebut memang memiliki persaingan yang sangat ketat.

"Apalagi yang ikut 100 tim lebih, dan ITS menjadi satu-satunya tim dari Indonesia. Bahkan itu sebuah kebanggaan bagi Bangsa Indonesia," katanya, di sela pemberangkatan tim SAS3 di Rektorat Kampus ITS, di Surabaya, Jatim, Jumat.

Sementara itu, ungkap dia, tim SAS ITS telah mencatatkan prestasi dari tahun ke tahun. Saat pertama kali mengikuti ajang ini, Tim SAS 1 berada di posisi 77. Pada laga kedua SAS 2 berada di urutan 64 dan di SAS 3 dengan nomor 47.

"Apabila nanti bisa di peringkat 10, pada laga tahun depan maka posisi tim kami 10 dengan ditandai di nomor lambung," ungkapnya.

Pembimbing Teknis Tim SAS 3, Witantyo menambahkan, kini yang menjadi kendala utama adalah ketersediaan ban untuk kondisi basah. Apalagi, Tim SAS 3 hanya dibekali dengan ban untuk situasi kering.

"Cuaca di Jepang saat ini tidak menentu dan kadang cenderung hujan. Tapi kondisi semua tim sekarang ini sama-sama cemas karena mereka juga tidak menyediakan ban basah," ujarnya.

Dengan demikian, harap dia, pada ajang tersebut tidak akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Sementara itu, Tim SAS 3 akan berangkat pada 31 Agustus mendatang dengan mengajak 20 orang.

"Mereka terdiri dari mahasiswa dan dosen pembimbing," ucapnya.

General Manager Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V, Ageng Giriyono menyatakan, ikut mendukung dilaksanakannya ajang tersebut. Hal itu merupakan wujud perhatian perusahaan terhadap kegiatan riset dan pengembangan teknologi yang dilakukan oleh perguruan tinggi terutama di bidang otomotif.

"Kami sebagai perusahaan energi fokus terhadap pengembangan dan pemanfaatan teknologi. Khususnya, energi terbarukan dan ramah lingkungan dengan mendukung tumbuhnya pengembangan teknologi otomotif yang hemat energi," tukasnya.

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2015