Jakarta (ANTARA News) - Kendaraan Merek super mewah Rolls-Royce tidak bisa diservis sembarangan karena teknologinya canggih dan beda dengan mobil lain.

"Beda dengan mobil lain karena menggunakan teknologi tinggi, misalnya Rolls-Royce Phantom," kata General Manager Rolls-Royce Asia Pasifik, Dan Balmer.

Menurut Balmer, penanganan untuk Phantom berbeda dengan varian lainnya karena penggunaan bahan dasar mobil juga beda.

"Phantom itu pakai alumunium, jadinya penanganan perbaikannya juga berbeda," katanya.

Dia mengemukakan Rolls-Royce Motor Cars Jakarta juga melayani servis mobil yang dibeli dari importir umum.

Sementara itu, After Sales Manager Rolls-Royce Motor Cars Jakarta, I Made Sujana, mengatakan perbaikan ke bengkel resmi biasanya seputar masalah baterai.

"Karena mobil jenis ini kan memang jarang dipakai, biasanya perbaikan standar," katanya.

Perbaikan seperti itu, lanjutnya hanya memakan waktu 1 hingga 1,5 jam karena mobil ini dilengkapi dengan teknologi komputer yang bisa mendeteksi kerusakan pada mobil.

"Jadi kuncinya kami baca kemudian baru kami periksa. Servis paling lama itu dua hari biasanya," kata I Made Sujana.

Ia mengemukakan ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar mobil Rolls Royce tetap dalam kondisi prima meski jarang dipakai.

"Untuk engine sebaiknya selalu hidup. Agar oli bersirkulasi," katanya.

Selain itu, yang paling penting menurutnya ada penggunaan trigger battery untuk mensuplai elektrik pada baterai. Dengan begitu, baterai tidak akan mengalami kerusakan.

"Karena kalau dinyalakan saja tidak akan pengaruh banyak," katanya.

Penggunaan trigger tersebut, katanya tidak terlalu sulit. Hanya perlu dihubungkan ke sumber listrik.

"Bisa ditinggal. Kalau sudah penuh dia akan otomatis off, kalau berkurang dia akan isi lagi," katanya.

Made menyebut bahwa perhitungan mobil masuk bengkel tidak berdasar pada jarak yang ditempuh atau waktu karena ada teknologi sendiri yang menghitung soal kondisi mesin mobil.

"Dia akan ada pemberitahuan kapan mobil harus diservis," katanya.


Pewarta: Deny Yuliansari
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2013