Washington (ANTARA News) - Prospek kendaraan listrik sedang muram karena semakin banyak pabrik yang stop produksi maupun gulung tikar.

Contohnya, Coda Automotive yang pernah disebut-sebut sebagai jagoan baru pembuat kendaraan listrik. Kini mereka menyatakan diri bankrut.

Kantor berita AFP juga melaporkan pabrik kendaraan mewah tenaga listrik Fisker Automotive telah merumahkan 75 persen tenaga kerjanya.

Memang masih ada yang beredar di pasaran seperti merek kendaraan mewah tenaga listrik Tesla.

Pemain besar seperti General Motors dan Nissan juga masih mempromosikan produk kendaraan listrik mereka tapi prospeknya makin suram.

Tak banyak pengamat yakin ambisi Presiden Barack Obama yaitu satu juta mobil listrik di pasar pada tahun 2015 akan tercapai.

"Masyarakat tidak gegap gempita menyambut kendaraan listrik," kata Rebecca Lindland, pengamat Rebel Three Media.

Lindland mengatakan masyarakat Amerika Serikat belum bisa membayangkan mobil listrik sebagai bagian gaya hidup mereka.

"Masyarakat berhati-hati dalam berinvestasi dengan teknologi kendaraan," katanya.

Perusahaan riset JD Power & Associates dan mitranya LMC Automotive  melaporkan mobil tenaga baterai  di AS tak sampai 1 persen jumlahnya dari semua kendaraan di negara itu, tepatnya hanya 0,08 persen pada 2012.

Menurut JD Power, konsumen enggan dengan mobil listrik karena jarangnya tempat isi ulang baterai, kekhawatiran atas jarak tempuh yang terbatas, serta harga yang mahal.

Di sisi lain, para pengamat menilai  mobil bertenaga bensin makin mendekati kemauan konsumen dan tak semahal mobil listrik.

Jason Kavanagh, redaktur teknik di perusahaan riset Edmunds.com mengatakan kendaraan listrik murni tidak akan mencapai jumlah satu persen di pasar AS, bahkan pada tahun 2040.

"Waktu pengisian ulang selama delapan jam pada Nissan Leaf misalnya, jelas merupakan kelemahan," katanya lalu melanjutkan "kendaraan listrik tak bisa "siap setiap saat".

Chevrolet tahun lalu memangkas produksi Volt dan sedang mengusahakan  versi yang lebih murah.

Toyota dan Honda juga menjadwal ulang rencana penjualan kendaraan listrik murni untuk pasar AS.

Baru-baru ini bos Chrysler Sergio Marchionne mengatakan pihaknya rugi 10 ribu dolar AS  untuk setiap Fiat 500 tenaga baterai yang dijual di California.

Jika mobil listrik kini punya prospek muram, tidak demikian dengan kendaraan hybrid yaitu teknologi mesin bensin serta baterai.

Kavanagh dari Edmunds.com percaya tren teknologi otomotif akan condoh ke hybrid.

"Hybrid akan mengalami lompatan besar dan tinggal memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada," katanya.

Kavanagh juga yakin hybrid akan semakin menarik perhatian di masa mendatang "karena jarak tempuhnya akan  semakin jauh dan operasionalnya akan makin hemat."

Penerjemah: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2013