Jakarta (ANTARA News) - Dua pertiga pengemudi di Amerika Serikat masih memiliki kebiasaan menelepon sambil memegang setir meski di banyak wilayah hal itu sudah dianggap melanggar hukum.

Menurut hasil studi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), 69 persen pengemudi di negara itu masih punya kebiasaan menelepon sambil memegang setir.

Dalam jajak pendapat yang mereka lakukan, mereka juga menemukan 31 persen pengemudi bahkan mengaku juga membaca dan mengirim SMS atau email saat mengemudi.

Menurut temuan itu, persentase pengemudi di Amerika Serikat yang menelepon sambil menyetir adalah yang terbesar dibandingkan tujuh negara Eropa yang sudah melarang hal tersebut.

Tujuh negara di Eropa yang sudah melarang mengemudi sambil menelepon adalah Portugal, Belanda, Belgia, Spanyol, Prancis, Jerman, Inggris.

Di Amerika Serikat, hanya 10 negara bagian ditambah Washington DC yang melarang penuh penggunaan telepon saat mengemudi.

"Telepon selular bisa menjadi alat pengalih perhatian yang mematikan jika digunakan saat mengemudi," kata Direktur CDC, Tom Frieden, seperti dikutip AFP.

"Hentikan kendaraan di tempat yang aman, baru anda menggunakan telepon selular."

Data pemerintah Amerika Serikat menyebutkan pada tahun 2011 ada 3.331 orang tewas dalam kecelakaan akibat perhatian pengemudi teralihkan.  Setahun sebelumnya, jumlah orang yang tewas akibat hal serupa adalah 3.267 jiwa.

Pejabat federal Amerika Serikat telah menyarankan larangan penggunaan telepon --termasuk hands free--saat mengemudi, namun aturan tersebut tergantung masing-masing negara bagian.

(A038)

Penerjemah: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2013