Jakarta (ANTARA) - Chief Operating Officer PT DAS Indonesia Motor Dhani Yahya menyampaikan bahwa Jeep Grand Cherokee 2023 telah mengadopsi teknologi terbaru dengan menempatkan mesin tepat berada di atas penggerak roda bagian depan atau disebut "Engines on Axle".

Penempatan tersebut diklaim menghasilkan tatanan posisi mesin yang lebih presisi, sehingga meningkatkan handling kendaraan secara keseluruhan dan menjadikan bagian depan kendaraan atau engine hood lebih pipih.

"Dampaknya adalah memberikan center of gravity dan handling yang jauh lebih baik dibandingkan dengan model sebelumnya," katanya di sela peluncuran Jeep Grand Cherokee 2023 di Tangerang, Rabu.

Dari sisi rancang bangun dan struktur body, Grand Cherokee mengadopsi sistem uniframe body atau body mobil yang menyatu dengan chassis.

Konstruksi ini berbeda dengan Jeep Wrangler dan beberapa model Jeep lainnya.

Baca juga: Jeep tarik 62.909 Wrangler 4xe PHEV karena masalah mematikan mesin

Dhani mengatakan, mobil yang dirakit di Detroit Assembly Complex Amerika Serikat ini memiliki desain kap mesin dibuat meruncing di sisi atas, yang disebut sebagai shark nose grille, sehingga memberikan visibilitas yang lebih baik bagi pengendara maupun penumpang di bagian depan.

Grand Cherokee generasi ke-5 ini juga hadir dengan tampilan depan nan ikonic yaitu “7-Slot Grille” yang kali ini tampil lebih modern dan mewah dengan penggunaan headlamps full LED yang lebih pipih atau slim, dan juga adanya lampu DRL yang disematkan di bagian atas dari lampu utama. Tidak lupa hadirnya LED fog lamps pada bagian bawah bumper depan.

Begitu juga dengan tampilan lampu belakang dengan teknologi full LED dan desain yang ramping.
Jeep Grand Cherokee 2023 yang diperkenalkan di Tangerang, Banten, pada Rabu (17/5/2023). (ANTARA/Adimas Raditya)


Sementara dari segi interior, Jok Jeep Grand Cherokee di setiap barisnya dibalut dengan kulit asli berwarna beige, dengan pengaturan elektrik pada kedua jok bagian depan dengan pemanas jok, bagian tengah atau baris kedua jok dapat diatur secara manual namun juga dilengkapi dengan pemanas jok.

Terdapat pula pemanas pada setir kemudi untuk memberikan sentuhan kemewahan serta menambah kenyamanan bagi penggunanya.

Penggunaan “U-Connect 5” Audio dengan 10.1” display layar sentuh dari Alpine Premium Sound, yang dilengkapi dengan 9-amplifier speakers dan subwoofer.

Pengemudi juga dapat melihat langsung panduan kecepatan, jarak, serta informasi lainnya langsung pada kaca depan melalui fitur “Heads-Up Display” sehingga memberikan kenyamanan lebih dalam berkendara.

Seperti layaknya Jeep yang dapat digunakan di segala medan, mode pemilihan untuk traksi kendaraan dapat dipilih melalui Toggle Selection Lever dimana pengendara dapat memilih berbagai pilihan mode kendara yang disebut Selec-Terrain® Traction Management System.

Pengendara juga dapat memilih berbagai pilihan kendara off-road seperti Auto, Sport, Rock, Snow, Sand/Mud di atas velg ukuran 20 inch.

Sistem kendara off-road ini diteruskan ke empat roda menggunakan Quadra-Trac 1® Full-Time Single-Speed Active Transfer Case Four-Wheel-Drive (4WD) System.

Selain itu, Jeep Grand Cherokee ini juga tersedia dalam mesin PENTASTAR 3.600cc V-6 dengan transmisi 8-kecepatan, dan memiliki 3 baris tempat duduk atau 7-Seater, dan dikenal dengan kode body WL-75.

Adapun Jeep Grand Cherokee 2023 ini dibanderol seharga Rp 1,755 Miliar Off The Road Jakarta untuk varian 2.0L dan 5 seater.

Sementara varian 3.6L dan 7 seater seharga Rp 2,309 Miliar Off The Road Jakarta.

Model ini tersedia dalam dua pilihan warna exterior, yaitu Diamond Black dan Baltic Grey Metallic serta dipadu dengan warna beige untuk bagian interior.

"Yang tertarik dengan model ini banyak tetapi saat ini belum ada inden," katanya.

Baca juga: Jeep Grand Cherokee 2023 dikenalkan di Indonesia

Baca juga: Jeep Wrangler listrik dikabarkan baru tersedia 2027

Baca juga: Jeep mulai produksi Avenger listrik di Polandia
Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2023