Jakarta (ANTARA) - Kawasaki melakukan kampanye penarikan kembali (recall) terhadap Ninja H2 SX SE 2022, karena risiko kecepatan kendaraan tidak ditampilkan dengan benar saat dikendarai.

RideApart mengabarkan pada Jumat, bahwa masalah tersebut berasal dari kesalahan program kontrol. Jika kecepatan kendaraan tidak ditampilkan dengan benar, pengendara mungkin tidak tahu seberapa cepat mereka melaju, sehingga resiko tabrakan dan/atau cedera bisa saja terjadi.

Baca juga: Kawasaki Versys-X 250 2022 hanya ada di Jepang

Saat ini, terdapat sekitar 200 unit kendaraan H2 SX SE 2022 terlibat dalam penarikan ini. Sepeda motor yang terpengaruh diproduksi antara tanggal 19 Oktober 2021 hingga 16 Februari 2022. VIN yang terpengaruh berkisar dari JKBZXVR10NA000020 hingga JKBZXVR11NA000298.

Pada kasus ini, Kawasaki menilai masalah itu bermula dari program kontrol yang tidak tepat pada multi-function meter di dashboard H2 SX SE. Program yang salah, nantinya dapat tiba-tiba memulai ulang tampilan saat pengendara mengendarai sepeda motor tersebut. Dalam situasi ini, pengendara tidak akan dapat melihat kecepatan mereka ditampilkan pada meteran itu.

Kesalahan ini juga berarti bahwa sepeda Kawasaki Ninja H2 SX SE 2022 yang terpengaruh tidak lagi sesuai dengan Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal (FMVSS) no. 123, “Kontrol dan Tampilan Sepeda Motor.”

Meski begitu, Kawasaki belum memberikan jadwal notifikasi recall, baik untuk dealer maupun pelanggan. Namun, rencana saat ini, ketika jadwal tersebut tersedia, dealer resmi Kawasaki memperbarui perangkat lunak meteran pada semua mesin yang terkena dampak, gratis.

Baca juga: Kawasaki segarkan Z125 dan Ninja 125 versi Eropa

Baca juga: Kawasaki Ninja ZX-6R akan kembali dengan edisi 2023

Baca juga: Kawasaki kembangkan kamera untuk sistem keselamatan di H2 SX
Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2022