Jakarta (ANTARA) - Perusahaan e-commerce asal Amerika Serikat (AS) Amazon akan memblokir penjual barang yang dapat menonaktifkan alarm sabuk pengaman setelah adanya insiden kematian tokoh bisnis di India.

Dengan adanya kecelakaan ini, Menteri Transportasi India Nitin Gadkari langsung mengambil sikap untuk melarang menjual alat yang bisa menonaktifkan alarm sabuk pengaman ketika tidak digunakan dengan cara memasukkan logam ke dalam slot sabuk pengaman.

CarsCoops pada Rabu melaporkan bahwa Gadkari mengeluarkan larangan tersebut setelah pengusaha Cyrus Mistry meninggal dalam kecelakaan mobil pada akhir pekan ini saat tidak mengenakan sabuk pengaman.

Baca juga: Sabuk pengaman jauh lebih penting

Salah satu dari banyak "pemblokir alarm" sabuk pengaman yang diiklankan di Amazon, pihaknya menyatakan telah menghapus produk yang relevan dan akan mengambil tindakan tegas terhadap penjual yang menawarkan produk tersebut.

India adalah pasar mobil terbesar keempat di dunia dan pada tahun 2021, kecelakaan kendaraan merenggut nyawa lebih dari 150.000 orang terhitung satu kematian setiap empat menit.

Negara ini mendorong perubahan dan bermaksud membuat alarm sabuk pengaman wajib tidak hanya untuk kursi depan tetapi juga untuk kursi belakang. Ia berharap dapat mengurangi separuh kecelakaan dan kematian di jalan pada akhir 2024.

Sementara klip sabuk pengaman yang dipermasalahkan mungkin tidak lagi tersedia di India, Amazon belum mengambil tindakan serupa dalam mencegah penjualannya di AS dan pasar lainnya.

Penelusuran melalui pasar online menunjukkan sejumlah klip ini dapat dibeli di Amerika Serikat dan banyak dari mereka bahkan tersedia dengan pengiriman gratis melalui Amazon Prime.

Baca juga: Amazon catat hasil rugian bersih 2 miliar dolar AS pada kuartal II

Baca juga: GM "recall" 94 ribu kendaraannya karena masalah sabuk pengaman

Baca juga: Sabuk pengaman timbulkan percikan api, Ford tarik 500 ribu Super Duty
 
Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2022