Jakarta (ANTARA) - Isuzu Australia (IUA) telah mengumumkan bahwa mereka telah menyetop penjualan Isuzu D-Max 1.9 liter 4x2 2022 setelah mereka temukan sebuah masalah pada bagian mesin.

Dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Carsales, Minggu, juru bicara Isuzu berterima kasih kepada pelanggan atas kesabaran mereka menunggu hingga masalah ini diselesaikan. Pembaruan yang dijanjikan akan dilakukan sesegera mungkin dikabarkan kepada pelanggan Isuzu yang terdampak.

"IUA telah mengidentifikasi ketidakteraturan yang berkaitan dengan salah satu sensor mesin yang dipasang pada mesin turbo-diesel 1,9 liter di D-MAX SX Single Cab Chassis 4x2," kata mereka.

Dia melanjutkan bahwa untuk mengantisipasi hal ini terjadi ke lebih banyak pelanggan mereka di Autralia, IUA telah memutuskan untuk menghentikan sementara penjualan dan pengiriman varian mesin 1,9 liter hingga pemberitahuan lebih lanjut.

"Yakinlah bahwa IUA tetap berkomitmen untuk memprioritaskan pengiriman pesanan kendaraan dan akan terus memberikan pembaruan saat kami menerima lebih banyak informasi tentang situasi tersebut," lanjut dia.

Tersedia dalam bentuk manual enam kecepatan dan otomatis enam kecepatan, mesin baru yang dirampingkan ini hanya mendarat di Down Under pada bulan Januari sebagai bagian dari jajaran MY22 dan menurunkan harga masuk ke dalam portofolio D-MAX sebesar 2000 dolar AS.

Mazda Australia belum mengeluarkan stop-sale order serupa pada versi 1,9 liter Mazda BT-50 2022, yang merupakan kembaran dengan Isuzu D-MAX dan dibangun di pabrik yang sama di Thailand.

Seorang juru bicara mengatakan perusahaan belum menerima saran dari pabrik tentang model BT-50 yang setara, tetapi kami mengharapkan pengumuman baru segera datang dari merek Jepang.

Baca juga: Astra Isuzu Motor optimistis pencapaian pada 2022 lebih baik dari 2021

Baca juga: Kenapa Isuzu mu-X 4x2 terbaru belum masuk pasar Indonesia?

Baca juga: Deretan mobil baru yang diperkirakan mengaspal di Indonesia pada 2022
Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2022