Jakarta (ANTARA) - Perusahaan otomotif Tesla Inc mengatakan kepada pemerintah California bahwa mereka mungkin tidak bisa mencapai teknologi full self-driving (FSD/otonom) pada akhir tahun ini, menurut Departemen Kendaraan Bermotor California (DMV), dikutip dari Reuters, Minggu.

CEO Tesla Elon Musk mengatakan selama panggilan konferensi pendapatan pada bulan Januari bahwa dia "sangat yakin mobil itu akan dapat mengemudi sendiri dengan keandalan yang melebihi manusia tahun ini."

Tesla juga telah meluncurkan apa yang digambarkannya sebagai versi beta dari program "full self-driving" (FSD) untuk sejumlah karyawan dan pelanggan sejak Oktober, dan Musk telah memuji kemampuannya di Twitter.

Baca juga: Prestige bawa Tesla Cybertruck dengan DP hanya Rp100 juta

Baca juga: "Touchscreen drive selector" Tesla disebut tidak melanggar aturan


"Tweet Elon tidak sesuai dengan realitas rekayasa per CJ. Tesla berada di level 2 saat ini," kata DMV California dalam sebuah memo tentang panggilan konferensi 9 Maret dengan perwakilan Tesla, termasuk insinyur autopilot CJ Moore. Teknologi level 2 mengacu pada sistem penggerak semi-otomatis, yang membutuhkan pengawasan oleh pengemudi manusia.

Memo itu dirilis oleh grup transparansi hukum PlainSite, yang memperolehnya di bawah Freedom of Information Act (FOIA).

"Tesla mengindikasikan bahwa Elon memperkirakan tingkat peningkatan ketika berbicara tentang kemampuan L5. Tesla tidak dapat mengatakan apakah tingkat peningkatan akan mencapai L5 pada akhir tahun kalender," kata memo itu, mengacu pada level 5 teknologi otonom penuh.

DMV California, Tesla dan Moore tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

"Tesla mengindikasikan bahwa mereka masih kuat di L2," kata DMV California dalam memo itu. "Seperti yang Tesla sadari, kesalahpahaman publik tentang batasan teknologi dan penyalahgunaannya dapat memiliki konsekuensi yang tragis."

California Highway Patrol sedang menyelidiki mengapa kendaraan Tesla menabrak truk terbalik di jalan raya dekat Fontana, California, yang pada hari Rabu (5/5) menewaskan pengemudi Tesla. Patrol tidak mengatakan apakah Tesla beroperasi dengan Autopilot atau tidak.

Regulator keselamatan jalan raya federal juga sedang menyelidiki lebih dari 20 kecelakaan yang melibatkan kendaraan Tesla.

Baca juga: Layanan internet satelit Starlink dapat 500 ribu pra pemesanan

Baca juga: Bahlil siap penuhi permintaan Jokowi raih investasi Rp900 triliun

Baca juga: MG ZS EV hingga Tesla Model 3 bisa diuji di IIMS Hybrid 2021





 

Pewarta: A087
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2021