Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Eksekutif Grup Hyundai Motor, Chung Euisun dan Ketua Grup SK, Chey Tae-won bertemu membahas kerja sama tentang teknologi baterai kendaraan listrik, electric vehicle/EV generasi yang akan datang, chip manajemen daya, dan platform "baterai sebagai layanan" (Baas).

Dalam hal ini, Hyundai menjelaskan bahwa yang dimaksud Baas adalah model bisnis terobosan terutama untuk penyewaan dan penggantian baterai EV.

Perusahaan tersebut mengatakan, Chung dan Chey dalam pertemuannya membahas cara memperkuat infrastruktur pengisian daya untuk semua kendaraan listrik dan EV sel bahan bakar hidrogen menggunakan pompa bensin dan stasiun pengisian daya SK Group.

"Pertemuan itu bermakna ketika kami berbagi pandangan tentang arah aki mobil di masa depan dan teknologi baru yang terkait. Hyundai akan terus memperluas kemitraan dengan perusahaan-perusahaan dengan teknologi canggih," kata Chung yang dikutip dari Kantor Berita Yonhap, Rabu.

Pertemuan tersebut berlangsung di pabrik baterai EV milik SK Innovation Co. di Seosan, 150 kilometer dari selatan Seoul.

Saat ini, kendaraan dari Hyundai Motor Co dan Kia Motors Corp menggunakan baterai lithium ion SK Innovation untuk kendaraan plug-in hibrida dan model yang seluruhnya listrik.

Selain itu, Hyundai menunjuk SK Innovation sebagai pemasok baterai utama untuk mobil listrik yang didorong oleh Hyundai untuk diproduksi massal berdasarkan platform EV-nya sendiri, yang disebut platform modular global-listrik (E-GMP), mulai tahun 2021.

Pada akhir tahun lalu, Hyundai Motor Group telah sepakat menandatangani kesepakatan 10 triliun won (setara dengan Rp12 triliun) dengan SK Innovation untuk membeli baterai 500.000 EV selama lima tahun ke depan.

Chung juga bertemu dengan Wakil Ketua Samsung Group, Lee Jae-yong dan Chairman LG Group, Koo Gwang-mo pada bulan Mei dan Juni, yang membahas kemungkinan kerjasama dalam bisnis kendaraan listrik.

LG Chem Ltd. telah memasok baterai mobil untuk semua kendaraan listrik milik Hyundai Motor, seperti Kona EV dan Ioniq Electric. Baru-baru LG Chem juga ditunjuk sebagai pemasok baterai untuk EV generasi mendatang Hyundai yang akan diluncurkan pada tahun 2022.

Hyundai Motor dan LG Chem baru-baru bersepakat untuk mengeksplorasi startup di luar negeri dengan teknologi canggih di bidang EV dan aki mobil untuk berekspansi ke bisnis berpotensi besar.

Chung dan Samsung Lee bertukar pandangan tentang pengembangan teknologi baterai all-solid-state Samsung dan peluang bisnisnya di masa depan.


Baca juga: GM terus berkomitmen buat kendaraan EV di Korea Selatan

Baca juga: Riset: Mobil listrik kian diminati mulai 2021

Baca juga: Permintaan meningkat, LG Chem akan produksi baterai untuk Tesla

Pewarta: KR-CHA
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2020