Jakarta (ANTARA) - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) tetap mempertahankan  dan tidak memberikan koreksi pada target penjualan mereka, meskipun pandemi virus corona menyebabkan merosotnya angka penjualan kendaraan bermotor di Indonesia. 

"Target market share kita tetap berada di angka 17 persen, angka ini tidak berubah tidak ada koreksi untuk target market share tersebut," ungkap Marketing and CR Division Head AI-DSO, Hendrayadi Lastiyoso dalam konferensi video pada Jumat.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Hendra itu mengatakan bahwa Daihatsu tetap memiliki visi untuk mempertahankan posisi nomor dua dalam penjualan kendaraan di Indonesia di bawah Toyota.

"Dari Daihatsu, kita ingin mencapai minimal market share 17 persen dan kita berharap kalau 17 persen itu kita hitung-hitung posisi kita itu berarti ada di nomor dua setelah Toyota," kata Hendra.

Baca juga: Strategi industri otomotif siasati lesunya penjualan di tengah pandemi

Baca juga: PT ADM kembali berproduksi untuk penuhi permintaan ekspor


Untuk dapat mempertahankan target itu, PT ADM memiliki serangkaian cara agar produknya tetap dilirik oleh para pecinta otomotif di Indonesia. PT ADM juga tidak lagi menjanjikan paket spesial seperti pemberlakuan uang muka atau DP yang rendah seperti yang terdahulu.

"Sekarang ini, memang agak sulit untuk mengeluarkan paket-paket seperti DP murah dan DP rendah, lalu angsuran ringan dan sebagainya. Jujur, memang situasi saat ini memang agak sulit karena kita tidak bermain sendiri," ujar Hendra.

Hendra menjelaskan bahwa pada masa seperti sekarang ini, 70 hingga 75 persen penjualan dilakukan secara kredit walaupun posisi pembelian secara cash terus meningkat.

"Yang akan kita keluarkan adalah paket-paket yang dianggap memiliki risiko rendah baik oleh pembeli maupun dengan leasing company, tetapi kita tetap berusaha memberikan insentif seperti pada waktu sesi tertentu kita melakukan promo-promo," tambah dia.

Saat ini, pembelian secara tunai dikatakan Hendra memang mengalami peningkatan. Sebelum pandemi, Hendra mengungkapkan 75 persen pembayaran dilakukan secara kredit, sementara 25 persen menggunakan cara tunai.

"Periode Maret, April dan Mei yaitu pada periode pandemi, (pembayaran) kredit turun sebanyak tujuh persen dan tunai naik menjadi delapan persen. Jadi ini tampaknya sekarang ini menjadi tunai 32 persen dan kreditnya 68 persen," tutur dia.

Baca juga: Penjualan Daihatsu turun hampir 60 persen terimbas corona

Baca juga: PT ADM berikan pelatihan produksi dengan protokol COVID-19

Baca juga: Daihatsu perpanjang penghentian produksi hingga 24 April

 

Pewarta: KR-CHA
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2020