Jakarta (ANTARA) - Bentley Flying Spur 2020 kini sudah memasuki ranah produksi, setelah menyelesaikan uji coba menggunakan 142 prototipe. yang diuji hingga lebih dari 1,6 juta km.

"Flying Spur baru ini adalah suatu lompatan dalam menggabungkan teknologi tinggi dengan desain ultra-mewah nan modern," kata Anggota Dewan Manufaktur, Peter Bosch yang dikutip dari CarsCoops, Kamis.

Lebih lanjut Peter Bosch mengatakan, pada saat ini mobil canggih yang dibuat oleh lebih dari 200 orang tenaga ahli tersebut, sudah dapat dipesan dan mulai dikirim pada awal 2020.

“Mobil buatan tangan ini merupakan sebuah karya seni yang menggunakan bahan terbaik. Mobil ini menyajikan kelincahan sedan sport dan penyempurnaan limusin kontemporer," kata Peter.

Asupan tenaga mobil ini masih sama, yakni platform yang digunakan oleh Continental GT terbaru. 

Mobil ini menggunakan mesin 6.0 liter twin turbo W12 dengan tenaga yang dihasilkan 626 hp dan torsi maksimal mencapai 900 Nm. Tenaga itu disalurkan ke empat roda melalui tranmisi otomatis kopling ganda dengan delapan percepatan.

Bentley mengklaim mobil yang memiliki bobot penuh 2,5 ton ini dapat berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya membutuhkan 3,8 detik. Hal itu menjadikan kendaraan sedan mewah ini  sebagai salah satu kendaraan tercepat di dunia.

Baca juga: Bentley Continental GT sabet 19 penghargaan dalam setahun
Baca juga: Rayakan 100 tahun, Bentley luncurkan mobil berspesifikasi khusus
Baca juga: Bentley bangun parkiran bertenaga surya terbesar di Inggris


Pewarta: KR-CHA
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2019