Jakarta (ANTARA News) - Menyukai dunia balap sejak remaja, Alinka Hardianti yang kelahiran  21 Juni 1992 ini layak diberi julukan Srikandi balap gymkhana Indonesia atas torehan prestasinya sebagai juara I pada kompetisi gymkhana  2013 di kelas 1.200 cc.

"Saya dari dulu memang suka balap, biasa turun di ajang slalom dan  drifting, sekarang ada cabang baru  (gymkhana) kenapa tidak coba," kata dia di Jakarta, Jumat, saat dijumpai di arena balap gymkhana IIMS 2014.

Bagi Alinka, tantangan dalam gymkhana adalah bagaimana membaca soal dan karakter mobil serta track.

Pada ajang IIMS Gymkhana Race War 2014, perempuan berambut panjang itu terjun pada kelas 1.200 cc serta Free For All FWD menggunakan Toyota Etios Valco.

Ia mengatakan dibandingkan slalom, gymkhana memiliki keterbatasan panjang track dan halang rintangnya.

"Namun selama ikut gymkhana paling seru karena penonton antusias sekali, serta sponsor banyak karena dilaksanakan pada even otomotif terbesar," kata dia yang saat ini juga tercatat sebagai mahasiswi Universitas Pelita Harapan Jakarta.

Ia mengatakan sponsor melihat IIMS merupakan acara yang menarik sehingga mereka bersedia mendanai.

Ia berharap gymkhana dapat diagendakan di luar IIMS karena saat ini baru ada pada ajang IIMS saja sehingga hanya sekali setahun digelar.
   
Andry A Adrian, Project Manager PT Dapur Pacu Indonesia,  selaku penyelenggara, menjelaskan bahwa gymkana merupakan balapan berkuda melalui sejumlah rintangan yang pertama kali dikenalkan di Inggris pada 1940.

Setelah tahun 2000, gymkhana dikenalkan di dunia otomotif oleh Ken Block dimana halang rintang yang disediakan berbeda dengan drifting dan slalom, kata dia.
    
Namun, katanya, gymkhana memiliki sejumlah kesamaan yaitu ketepatan waktu dan kecepatan dan dapat disebut sebagai gabungan dari drifting dan slalom yang mengedepankan kecepatan.
    
Satu hal yang membedakan drifting, slalom dengan gymkhna adalah penggunaan jalur ganda dimana setiap peserta akan menggunakan track kiri dan kanan secara bergantian, kata dia.
    
Ia menyebutkan pada kompetisi kali ini menghadirkan empat kelas kejuaraan berdasarkan kapasitas mesin dan sistem gerak roda yaitu FWD 1.000-1.200 cc, FWD 1.201-1.400 cc, FWD 1.401-1.600 cc dan free For All FWD.
    
Ia mengatakan yang menentukan kemenangan dalam balap gymkhana adalah unsur kecepatan dan ketepatan waktu dalam track.
    
Dalam gymkhana seorang pebalap dituntut dapat mengawinkan teknik mengemudi drift dan slalom dalam melintasi track dengan rintangan 180 derajat, 360 derajat, angka delapan, dan lainnya.
Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2014