Jakarta (ANTARA News) - Nissan berencana mengajukan gugatan perdata terhadap mantan pimpinannya, Carlos Ghosn, dengan menuntut ganti rugi atas dugaan penyalahgunaan dana perusahaan, kata seorang sumber anonim dilansir Reuters, Rabu.

Ghosn, yang tetap menjabat kepala eksekutif Renault -- mitra Nissan dalam aliansi -- didakwa dengan tiga tuduhan kejahatan keuangan dan telah ditahan di pusat penahanan Tokyo selama hampir dua bulan.

Pada Selasa (15/1), pengadilan Tokyo menolak permintaan bebas dengan uang jaminan yang diajukan Ghosn sehingga muncul anggapan ia akan ditahan selama berbulan-bulan sampai sidangnya dimulai.

Di sisi lain, Ghosn menyangkal tuduhan telah mengecilkan gajinya selama delapan tahun di Nissan. Ia juga menampik dugaan telah memindahkan kerugian pribadi ke Nissan.

"Investigasi yang lebih luas (dugaan pelanggaran keuangan Ghosn) terus berkembang, jadi kami akan mengajukan gugatan setelah masalah itu diselesaikan," kata sumber anonim yang mengetahui masalah ini.

Baca juga: Istri sebut Ghosn alami perlakuan kasar di penjara

Gugatan perdata itu akan terkait penggunaan dana perusahaan untuk membayar tempat tinggal Ghosn dan pembayaran kepada seorang pengusaha Arab Saudi yang diyakini membantu Ghosn keluar dari himpitan kerugian.

Nissan menolak mengomentari masalah ini.

Selama 100 hari dalam setahun, Ghosn berpindah-pindah dari markas besar Nissan di Yokohama ke kota-kota besar lainnya, termasuk Paris.

Ia memiliki tempat tinggal di Tokyo, Paris, Rio de Janeiro, Amsterdam dan Beirut.

Nissan membayar puluhan juta dolar AS untuk menyediakan tempat tinggal Ghosn, tetapi orang dalam perusahaan mengatakan bahwa perusahaan hanya membayar sewa untuk apartemen Ghosn di Tokyo.

Baca juga: Ghosn disebut menerima 8 juta dolar dari unit usaha patungan di Belanda

Baca juga: Jose Munoz mengundurkan diri dari Nissan

Pewarta:
Editor: Monalisa
Copyright © ANTARA 2019