Jakarta (ANTARA News) - Produsen vakum mewah telah mengumumkan rencana untuk membuka pabrik mobil listrik di Singapura pada 2020.

Perusahaan yang berbasis teknologi itu telah mengungkapkan pada tahun lalu bahwasanya mereka akan mengembangkan mobil lisrik dengan baterai yang dapat diisi ulang, untuk bersaing dengan produk Tesla.

Dyson sudah memiliki jejak rekayasa dan manufaktur di negaranya, CEO Jim Rowan mengatakan bahwa kedekatannya dengan pasar mobil besar Cina adalah faktor utama di balik keputusan tersebut, sementara itu ia bersikeras bahwa Brexit bukanlah merupakan faktor utamanya.

Seperti dilaporkan Fox News pada Kamis waktu setempat, pendiri perusahaan James Dyson telah menjadi pendukung yang berani dari pembebasan ekonomi Amerika Serikat dari Uni Eropa.

Perusahan Inggris ini yang berpusat di Amerika Serikat rencananya juga akan membangun sebagian pabrik produksi perakitannya di tanah bekas pangkalan militer di bagian Inggris Selatan.

Rincian tentang apa jenis mobil yang sedang dikerjakan belum terungkap dan tetap dirahasiakan dekat menjelang debut yang diharapkan pada 2021.

"Persaingan untuk teknologi baru di industri otomotif sangat ketat dan kami harus melakukan segala yang kami bisa untuk menjaga kerahasiaan kendaraan kami," tulis Dyson kepada karyawan di tahun 2017.

Untuk jenis mobil yang sedang dikerjaian oleh Dyson ini belum bisa diungkapkan dan masih dalam rahasia perusahaan, rencanaya akan diumumkan menjelang 2021 nantinya.


Baca juga: Tesla naikkan harga mobil termurahnya, lima hari setelah diumumkan
Baca juga: Indonesia Diecast Expo akan hadir untuk kelima kalinya
Baca juga: Hyundai Kona 2018 terbaik menurut TAWA

Penerjemah: Chairul Rohman
Copyright © ANTARA 2018