Frankfurt (ANTARA News) - Mercedes-Benz dari grup otomotif Daimler tengah mempersiapkan enam pabrik mobil listrik "EQ" serta delapan pabrik baterai di sejumlah negara, termasuk di Beijing-China dan Bangkok-Thailand.

Saat ini, Grup Daimler sudah memiliki fasilitas perakitan baterai di Kamenz, Jerman. Pada pada Jumat (5/10), mereka mengumumkan telah memulai membangun pabrik baterai di Tuscaloosa, Alabama, yang juga memproduksi Mercedes-Benz seri GLE.

Pembangunan pabrik baterai itu merupakan bagian dari rencana investasi Daimler senilai 1 miliar dolar AS.

Baca juga: Mercedes-Benz mulai pasarkan sedan coupe AMG GT terbaru

Investasi itu digulirkan saat Daimler meluncurkan kendaraan SUV listrik berkonsep "EQ" guna bersaing dengan pabrikan teknologi Amerika Serikat, Tesla, yang sudah lebih dahulu memasarkan mobil listrik secara massal.

"Kami ingin memainkan peran pionir dalam pengembangan e-mobilitas dan mempersiapkan dengan baik untuk menyelesaikan misi ini," kata anggota dewan Daimler, Markus Schaefer, dilansir Reuters, Sabtu.

Daimler juga mengatakan, pabriknya di Sindelfingen akan menjadi pusat kompetensi dalam membangun mobil swakemudi dan kendaraan listrik.

Pabrik Daimler di Sindelfingen saat ini sudah membuat Mercedes-Benz model S-Class.

Baca juga: Produsen Jerman dominasi Paris Motor Show 2018, mobil listrik jadi tren

Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2018