Jakarta (ANTARA News) - Suzuki Indomobil Sales (SIS) akan memperkenalkan Suzuki Baleno Hatchback pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017.

Harold Donnel selaku Head of Brand Development & Marketing Research 4W PT SIS mengatakan ada dua alasan utama dibalik kembalinya Baleno ke pasar Indonesia. Sejak 1996 Baleno dikenal sebagai small sedan, sedangkan Baleno terbaru merupakan transformasi dari sedan ke wujud hatchback.

"Pertama adalah dalam persepsi Suzuki market hatchback masih cukup potensial," kata Harold kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Harold menjelaskan, kehadiran Baleno setidaknya akan menambah volume penjualan Suzuki sebesar 10 persen dari pasar hatchback yang berada di angka 4.000-6.000 unit berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

"Kedua, preferensi orang menggunakan hatchback menurut Suzuki semakin tinggi," lanjut Harold.

Jika dilihat pada periode tahun 1990 hingga awal 2000, lanjut dia, konsumen dari kalangan eksekutif muda yang berusia 30-35 tahun membeli kendaraan berjenis sedan untuk menunjukkan eksistensi diri.

Namun pada 2004-2005, minat orang-orang berumur 30 tahun bergeser dari sedan ke hatcback seiring dengan perkembangan produk, infrastruktur, teknologi dan bermacam keunggulan yang ditawarkan hatchback.

"Sedan lebih panjang daripada hatchback, manuver hatchback juga lebih dinamis. Itu yang membuat minat orang berubah," katanya.

(Baca: Suzuki punya dua "peluru" di segmen hatchback)

"Atas dasar itu, Suzuki tahun 2016, 2017 dan 2018 mau fokus ke segmen anak muda," lanjut dia,

Langkah Suzuki untuk mengaet pasar anak muda tidak hanya ditunjukkan dengan hadirnya Baleno dan Swift yang sudah lama mengaspal di Tanah Air. Pada tahun ini Suzuki juga memperkenalkan Ignis dan Suzuki SX4 S-Cross pada 2016.

Harold pun yakin Suzuki Baleno mampu bersaing di pasar hatchback karena memiliki harga yang diklaim kompetitif dibandingkan para pesaingnya.

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2017