Nissan harap kenaikan tarif surat ranmor diiringi peningkatan pelayanan

Jumat, 6 Januari 2017 16:12 WIB | 9.890 Views
Nissan harap kenaikan tarif surat ranmor diiringi peningkatan pelayanan
Warga memperpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) di Samsat Keliling Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (5/1/2017). (ANTARA/Muhammad Adimaja)
Jakarta (ANTARA News) - Agen tunggal pemegang merek Nissan di Indonesia, PT Nissan Motor Indonesia (NMI), berharap kenaikan tarif pengurusan surat kendaraan bermotor yang berlaku mulai hari ini bakal diiringi peningkatkan kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.

"Kenaikan tarif surat ranmor adalah domain pemerintah, kami sebagai pelaku industri hanya bisa mengikuti, tetapi kami berharap pemerintah tentu saja tetap berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," katanya saat dihubungi dari Jakarta, Jumat.

Peningkatan pelayananan tersebut di antaranya berupa kemudahan, keringkasan, dan kecepatan pengurusan surat-surat ranmor, lanjut Budi, misalnya opsi pembayaran pajak STNK melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang sudah mulai berlaku sejak pertengahan tahun 2016 lalu. (baca juga: kenaikan tarif STNK untuk perbaikan pelayanan)

"Itu salah satu bentuk kemudahan, pemerintah harus bisa menemukan terobosan-terobosan baru semacamnya," ujarnya.

Di sisi lain, Budi mengakui kenaikan tarif surat ranmor juga telah menjadi variabel pertimbangan bagi NMI dalam menetapkan penyesuaian harga baru jajaran produk yang mereka jual di Indonesia mulai Januari 2017 ini, meski ia tidak merinci lebih lanjut kenaikan harga masing-masing produknya.

Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencakup tarif baru bagi sejumlah urusan surat-surat ranmor.

Misalnya, penerbitan dan pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) baru dan perpanjangan dari Rp50.000 menjadi Rp100.000 untuk kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda empat atau lebih naik dari Rp75.000 menjadi Rp200.000

Kemudian, pengesahan juga kini dikenakan biaya sebesar Rp25.000 untuk kendaraan roda dua, sedangkan roda empat atau lebih Rp50.000. 

Adapun penerbitan BPKB untuk kendaraan roda dua naik dari Rp80.000 menjadi Rp225.000, dan kendaraan roda empat atau lebih naik dari Rp100.000 menjadi Rp 375.000.


Dampak tidak signifikan

Budi juga meyakini kenaikan tarif surat ranmor tidak akan berdampak terlalu signifikan terhadap kondisi pasar industri otomotif nasional.

"Kalau faktor kenaikan tarif surat ranmor seperti ini sih, efeknya tidak akan signifikan," katanya. (baca juga: STNK BPKB naik, pasar mobil bekas lesu?)

Pasalnya, lanjut Budi, pasar industri otomotif lebih berkaitan erat dengan faktor-faktor ekonomi makro.

"Misalnya yang berubah nilai tukar rupiah atau suku bunga, biasanya efeknya langsung terasa," pungkas Budi.

Editor: Monalisa

COPYRIGHT © 2017

Persaingan di segmen mobil penumpang serbaguna atau multi purpose vehicle (MPV) di Indonesia cukup sengit dengan banyaknya pabrikan yang mengeluarkan produk ...
Distributor kendaraan resmi Mitsubishi di Indonesia, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, menatap tahun fiskal 2017 (April 2017 - Maret 2018) secara ambisius ...
Nissan Timur Tengah mengumumkan konsep baru yang akan merevolusi cara mengevaluasi kinerja kendaraan di padang gurun.Para insinyur Nissan mengembangkan Camel ...
Volvo mengumumkan bahwa kendaraan listrik pertama mereka akan menawarkan jarak tempuh setidaknya 402 kilometer dalam sekali pengecasan, dan dijual dengan ...
Asosiasi pengrajin interior (trimmer), Indonesia Authorized Trimmer Summit (IATS), menggelar rapat kerja nasional tahunan kedua di Hotel Royal Tulip, Gunung ...