Jakarta (ANTARA News) - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia PT Pindad memperkenalkan kendaraan lapis baja anti ranjau yang baru dan pertama di Indonesia, bernama Sanca.

"Sanca adalah juga sebagai kendaraan anti ranjau, ini juga varian baru dari teknologi yang kita keluarkan," kata Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose belum lama ini.

Abraham mengatakan Sanca adalah hasil kolaborasi ekstensif antara PT Pindad dan perusahaan Australia, Thales, termasuk pengembangan konten lokal khusus yang akan menguntungkan perusahan pertahanan Indonesia dan meningkatkan keahlian Indonesia di bidang kendaraan anti ranjau.

Direktur Utama Pindad Abraham Mose mangatakan Sanca berguna untuk mendukung operasi militer, dirancang untuk melakukan berbagai profil misi, memadukan ledakan tingkat tinggi dan perlindungan balistik dengan bilitas "off-road".

Dia menuturkan beberapa pelanggan potensial telah mengungkapkan antusiasme mereka terhadap produk Sanca ini seperti "peacekeeping" (penjaga perdamaian), infanteri, pasukan khusus, dan polisi.

"Sanca secara ideal cocok untuk operasi militer, peacekeeping dan keamanan internal Tentara Nasional Indonesia. Dengan kendaraan baru ini, tentara kami dapat memenuhi misi mereka dengan perlindungan penuh dari ranjau dan improvised explosive devices," ujarnya.

Sanca memperluas jangkauan PT Pindad sebagai tambahan model Anoa, Komodo, dan Badak, dan berdasarkan desain Thales Bushmaster disesuaikan dengan kebutuhan operasional Indonesia.

"Sanca secara khusus disesuaikan dengan misi-misi baru Tentara Nasional Indonesia seperti peacekeeping dan operasi pasukan khusus," ujarnya.
Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2016