Jakarta (ANTARA) - Ketua Komite Perbankan Senat Amerika Serikat (AS) pada Kamis (11/4) mendesak Presiden Joe Biden untuk memblokir secara permanen kendaraan buatan China untuk beredar di pasar mobil AS.

Laman Automotive News, Kamis (11/4) menyebut bahwa hal itu menandai seruan terkuat yang pernah ada untuk mengambil tindakan terhadap produsen mobil China oleh anggota parlemen AS.

"Saya memohon kepada Anda untuk mengambil tindakan yang berani dan agresif dan secara permanen melarang kendaraan listrik (EV) yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan China atau anak perusahaan apa pun yang mereka dirikan untuk menyembunyikan asal-usulnya," tulis Senator Sherrod Brown, kepada Biden yang menyerukan agar tindakan tersebut dilakukan dengan cepat.

“EV China adalah ancaman eksistensial bagi industri otomotif Amerika." tambahnya.

Baca juga: Mobil listrik China sulit dapat asuransi di Inggris

Gedung Putih tidak segera memberikan komentar mengenai surat dari Brown, yang mencalonkan diri kembali tahun ini.

Pada Maret lalu, Biden mengatakan bahwa kebijakan China dapat membanjiri pasar Amerika dengan kendaraannya, yang menimbulkan risiko bagi keamanan Nasional, dan bahwa ia tidak akan membiarkan hal itu terjadi selama masa jabatannya.

Komentar Brown yang menyerukan larangan permanen terhadap mobil listrik China dari pasar AS adalah yang terkuat dari anggota parlemen AS mengenai masalah ini. Anggota parlemen lainnya hanya menyerukan tarif yang tinggi untuk mencegah mobil listrik China dari Amerika Serikat.

Bulan lalu, Brown bersama Senator Gary Peters dan Debbie Stabenow, meminta Biden untuk menaikkan tarif impor mobil listrik China secara drastis untuk mengatasi risiko keamanan nasional.

Baca juga: Mengapa mobil listrik China tuai popularitas di Indonesia?

Kekhawatiran juga telah dikemukakan oleh anggota parlemen dan pendukung bahwa produsen mobil China dapat merakit kendaraan berbiaya rendah di Meksiko untuk memungkinkan mereka memenuhi syarat untuk mendapatkan kredit pajak kendaraan listrik AS.

Pejabat industri otomotif mengatakan Februari lalu bahwa Biden sedang mempertimbangkan untuk menaikkan tarif pada kendaraan listrik China, dan surat tersebut merupakan yang terbaru dari tekanan yang meningkat pada Gedung Putih untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam mencegah impor kendaraan China.

Pada Maret, Departemen Perdagangan membuka penyelidikan apakah impor kendaraan China menimbulkan risiko keamanan nasional dan dapat memberlakukan pembatasan karena kekhawatiran bahwa teknologi konektivitas mobil yang "terhubung" dapat membahayakan data orang Amerika.

Baca juga: Perusahaan China kejar posisi terdepan di pasar otomotif global

"Kami akan secepat mungkin mengidentifikasi risiko dan mengambil tindakan apa pun yang kami anggap sebagai masalah keamanan nasional, jika China memberikan subsidi pada kendaraan dengan cara yang merugikan pekerja Amerika, kita harus melakukan sesuatu," kata Menteri Perdagangan Gina Raimondo.

Dua senator dari Partai Republik juga telah mengusulkan UU yang bertujuan untuk menaikkan tarif pada kendaraan buatan China, meskipun relatif sedikit kendaraan China yang diimpor ke AS.

Kedutaan Besar Tiongkok di Washington tidak segera berkomentar, tetapi sebelumnya telah menolak seruan untuk menaikkan tarif, dengan mengatakan bahwa ekspor mobil Tiongkok mencerminkan perkembangan berkualitas tinggi dan inovasi yang kuat dari industri manufaktur Tiongkok.

Baca juga: Bagaimana kendaraan listrik China memenangkan hati masyarakat Eropa?

Baca juga: Pasar Inggris terbuka untuk merek-merek EV China

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2024