Jakarta Raya (ANTARA) - Produsen otomotif Vietnam, Vinfast mengonfirmasi bahwa tiga petinggi di bidang penjualan telah meninggalkan perusahaan, tulis Reuters pada Jumat.

Kepergian tiga pegawai eksekutif itu diduga berkaitan dengan penundaan peluncuran EV pertama mereka di California, Amerika Serikat.

VinFast dalam sebuah pernyataan mengatakan Gareth Dunsmore, wakil kepala eksekutif untuk penjualan dan pemasaran global, telah keluar "karena alasan pribadi dan kami menghormati keputusannya".

VinFast mengatakan dua eksekutif lainnya yang berbasis di AS telah pergi karena "perubahan dalam model manajemen dan persyaratan bisnis tertentu".

Dua orang itu antara lain chief marketing officer Greg Tebbutt dan Craig Westbrook yang kini berstatus mantan chief service officer.

Dunsmore, Tebbutt dan Westbrook tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar.

Pada pekan lalu, VinFast menyatakan akan menunda rencana pengoperasian pabrik di Amerika Serikat (AS) hingga 2025 atas alasan terkendala "urusan prosedural".

"Kami membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan prosedur administrasi," kata VinFast dalam sebuah pernyataan dilansir Reuters.



Baca juga: Terkendala prosedur, VinFast tunda operasional pabrik AS hingga 2025

Baca juga: Mobil Vietnam VinFast sudah mengaspal di AS

Baca juga: VinFast tarik 2.781 model VF8 di pasar domestik
Pewarta:
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2023